Anak Ungkap Sosok Erwanto yang Tewas Dibunuh di Rumah: Aktivis Serikat Pekerja

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Ermanto Usman (65), ditemukan tewas bersimbah darah di atas kasurnya diduga akibat hantaman benda tumpul di kepalanya pada Senin (2/3) dini hari. Istrinya, Pasmilawati (60) ditemukan tergeletak di lantai dalam kondisi kritis dan juga mengalami luka di bagian kepala.

Peristiwa ini belum disimpulkan polisi sebagai pembunuhan atau perampokan. Namun, tak ada barang berharga yang hilang selain dua kunci mobil dan kunci kamar.

Lantas, siapa kah Ermanto?

Anak Ermanto, Putra (33), menyebut ayahnya merupakan pensiunan PT Jakarta International Container Terminal (JICT) yang telah pensiun sembilan tahun lalu.

Ia mengatakan, selama kariernya itu, sang ayah aktif menjadi aktivis di serikat pekerja perusahaan itu.

“Iya, karena ayah saya tuh bagian dari serikat pekerja ya waktu di JICT ya, jadi termasuk mungkin aktivis ya gitu ayah,” ucap Putra ditemui di lokasi kejadian pada Selasa (3/3).

Usai pensiun, ayahnya banting setir menjadi podcaster. Namun, Putra tak menjelaskan podcast seperti apa yang dibuat ayahnya.

“Sudah tahu ya kayaknya podcast (seperti apa) ya, sudah banyak beredar,” ucap Putra.

Suka Perjuangkan Hak Pekerja

Putra menjelaskan, selama aktif di serikat pekerja, Ermanto kerap memperjuangkan hak-hak para pekerja. Hingga kini, ia masih aktif memperjuangkan hak pensiunan.

“Ya, hak-hak teman-temannya mungkin yang masih dan atau yang sudah pensiun gitu ya, yang masih bekerja maupun yang sudah pensiun gitu. Karena kan, apa ya, kita tahu bahwa perusahaan itu pasti memiliki, memiliki suatu target ya? Dan di mana jika mencapai target itu biasanya kan hak karyawan tuh bisa didapatkan kan?,” ucap Putra.

Dalam kegiatan aktivismenya itu, Putra mengatakan sang ayah selalu berbicara menggunakan data.

“Sebetulnya Ayah itu berbicara dengan data ya. Yang saya tahu Ayah itu selalu berbicara dengan data. Jadi, bagaimana menghadirkan sebuah data itu untuk mengungkit kebenaran, gitu aja sih. Jadi kalau misalkan enggak ada data ya gimana cara mengungkit kebenaran kan?,” tutur Putra.

Terkait teror sebelum kejadian, Putra mengatakan, sang ayah tak pernah cerita.

“Orang tua saya itu tertutup sekali dengan anak-anaknya. Jadi apa pun yang dihadapi oleh ayah saya, mereka hanya... hanya ibu saya sebetulnya yang yang mungkin nggak banyak tahu ya karena emang ayah saya meng-keep informasi itu sangat rahasia gitu,” jelas Putra.

“Enggak pernah, nggak pernah cerita yang jelek-jelek sama anak-anak,” tambahnya.

Saat ini, ketika berita ini dibuat, Polres Bekasi Kota masih melakukan identifikasi tempat kejadian perkara (TKP). Hasilnya belum diumumkan.

Pasutri itu sendiri ditemukan saat menjelang sahur. Biasanya, ibu Putra bangun untuk salat tahajud dan menyiapkan hidangan sahur. Namun, pagi itu tak ada tanda-tanda dari kedua orang tuanya hingga anak bungsu mereka curiga.

Kamar kedua orang tuanya pun terkunci dari dalam dan kuncinya hilang. Diduga, pelaku masuk rumah melalui jendela garasi yang langsung menyambung ke kamar pasutri itu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tim F1 Alami Kendala Penerbangan Terdampak Konflik AS-Iran
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemkot Jakbar Segel Lapangan Padel di Kembangan, Wali Kota: Pemilik Tak Lengkapi Izin Bangunan
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
Bareskrim Selidiki Dugaan Ayah Nizam Biarkan Anak Dianiaya Hingga Tewas
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Kesal Dimarahi Ayah & Lapar tapi Tak Ada Makanan, Anak di Tana Toraja Bacok Ibu
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
RI Ekspor Telur dan Olahan Unggas ke Jepang-Singapura, Nilainya Rp 18 M
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.