Jakarta: Pemerintah resmi memulai proyek reforestasi besar-besaran di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Provinsi Riau. Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan langkah ini merupakan komitmen serius pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memulihkan ekosistem yang selama ini terlilit persoalan kompleks.
“Alhamdulillah hari ini kita memulai melakukan reforestasi, menghijaukan kembali, menghutankan kembali Taman Nasional Tesso Nilo. Ini adalah rangkaian dari upaya pemerintah pusat dan daerah untuk memulihkan kembali ekosistem Taman Nasional Tesso Nilo,” ujar Raja Juli di Taman Nasional Tesso Nilo, dikutip dari Media Indonesia, Selasa, 3 Maret 2026.
Baca Juga :
Surya Paloh: Presiden Prabowo Siapkan Manuver Taktis Diplomasi IndonesiaRaja Juli menjelaskan bahwa kerusakan di Tesso Nilo merupakan masalah menahun yang sudah sangat akut. Namun, melalui pendekatan yang tepat, pemerintah mulai menemukan jalan keluar untuk menyelesaikan konflik lahan dan kerusakan hutan di wilayah tersebut.
“Persoalan Tesso Nilo ini adalah persoalan yang sudah menahun, bukan persoalan yang terjadi kemarin sore. Persoalan yang sudah melapuk, karena memang sudah akut. Namun alhamdulillah di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto persoalan ini mulai dapat kita urai,” kata Raja Juli.
Sebagai bagian dari solusi jangka panjang, pemerintah telah melakukan relokasi lahan bagi masyarakat yang sebelumnya berkebun di kawasan hutan tersebut. Selain itu, tindakan tegas berupa pemusnahan kelapa sawit di dalam zona taman nasional juga telah dilakukan untuk memastikan area tersebut kembali ke fungsi asalnya.
“Teman-teman yang berkebun di Tesso Nilo mendapat lahan pengganti sebagai bagian dari upaya kita mencari titik temu, bukan titik tengkar. Mengurai persoalan, bukan menambah kusut benang yang memang sudah kusut,” ujar Raja Juli.
Pemerintah resmi memulai proyek reforestasi besar-besaran di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Provinsi Riau. Foto: Dok. Kemenhut.
Target reforestasi pada tahun 2026 ini mencapai 2.557 hektare, dengan tahap awal berupa penanaman 2.000 bibit pohon di area seluas 400 hektare. Program ini merupakan bagian dari target besar pemulihan total seluas 69.000 hektare. Raja Juli optimistis, dengan sinergi lintas sektor bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum, kekayaan alam Tesso Nilo dapat diselamatkan.
“Insyaallah dengan dukungan semua pihak, terutama Pak Gubernur, Pak Pangdam, Pak Kajati, Pak Kapolda, Pak Bupati, seluruh stakeholder yang ada, Taman Nasional Tesso Nilo yang sangat kaya dan terkenal di dunia ini akan dapat kita pulihkan. Insyaallah anak cucu kita bisa mendapat anugerah dari apa yang kita kerjakan hari ini,” kata Raja Juli.




