Menlu Sugiono: Presiden Prabowo Siap Jadi Mediator Jika AS-Iran Menghendaki

viva.co.id
15 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyatakan kesiapan Presiden RI Prabowo Subianto menjadi mediator konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.

Prabowo, kata dia, bersedia menjadi mediator jika AS dan Iran menghendakinya.

Baca Juga :
Jadi Ancaman Kelangsungan Hidup Israel dan AS, Seberapa Besar dan Apa Dampak Program Nuklir Iran?
Kekuatan Angkatan Laut Iran 2026: Intip Berapa Banyak Kapal Perangnya

"Ya, seperti yang disampaikan bahwa jika kedua belah pihak berkeinginan ya Bapak Presiden bersedia untuk menjadi mediator," kata Sugiono kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu, 4 Maret 2026.

"Tetapi kalau misalnya ada pandangan seperti itu ya kita kembalikan kepada mereka," sambung dia.

Sugiono lantas menekankan bahwa Indonesia berharap bisa menjadi jembatan di tengah konflik yang terjadi saat ini.

"Yang pasti, Indonesia ingin ada dalam posisi bahwa bagaimana kita bisa menjadi jembatan dari perbedaan menawarkan kesiapan kita dan menawarkan diri kita," tutur Sugiono.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Prabowo Subianto menyatakan siap bertolak ke Iran untuk memfasilitasi dialog demi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif.

Dalam siaran resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Pemerintah Indonesia menyesalkan gagalnya perundingan antara AS dan Iran, yang telah berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah.

Indonesia menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog dan diplomasi. Pemerintah juga menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta menyelesaikan perbedaan melalui cara damai.

"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," demikian pernyataan Kemlu.

Langkah ini mencerminkan komitmen Indonesia untuk terus berperan aktif dalam menjaga stabilitas global, sejalan dengan politik luar negeri bebas aktif yang selama ini dipegang teguh.

Kementerian Luar Negeri menilai peningkatan ketegangan di Timur Tengah berpotensi mengganggu stabilitas kawasan serta perdamaian dan keamanan dunia.

Pemerintah juga mengimbau warga negara Indonesia yang berada di wilayah terdampak untuk tetap tenang dan waspada. WNI diminta mengikuti arahan otoritas setempat serta menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI terdekat guna memastikan keselamatan dan keamanan.

Baca Juga :
PKS Minta Prabowo Pertimbangkan RI Keluar dari Board of Peace
Menlu Sugiono Sebut 15 WNI Bakal Dievakuasi dari Teheran
Jawaban Jumawa Donald Trump Jika Jadi Target Iran dan Tewas Diserang

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Momen Ramadan 1447 H, Program Light Up The Dream PLN UID Sulselrabar Nyalakan Listrik untuk 336 Rumah Keluarga Prasejahtera
• 9 menit laluterkini.id
thumb
Mengenal Cara Kerja Skrining Pendengaran Anak Sejak Dini untuk Cegah Gangguan Tuli Sejak Lahir
• 1 jam lalupantau.com
thumb
IHSG Sesi I Merosot 4,32 Persen ke 7.596
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Ketahanan Pangan Indonesia Stabil di Tengah Konflik
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Dari Kebiasaan Kecil Jadi Gerakan Besar, Intip Kampanye Jejak Asri yang Dukung Gaya Hidup Berkelanjutan
• 22 jam laluherstory.co.id
Berhasil disimpan.