Ketahanan Pangan Indonesia Stabil di Tengah Konflik

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Jakarta

Pakar Pertanian Menilai Produksi Domestik Mampu Redam Dampak Geopolitik Global

Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, ketahanan pangan Indonesia diprediksi tetap berada dalam posisi yang aman. 

Optimisme ini muncul di tengah kekhawatiran global mengenai gangguan rantai pasok dan stabilitas ekonomi akibat eskalasi di Timur Tengah.

Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) sekaligus Rektor Perbanas Institute, Hermanto Siregar, menyatakan bahwa stok pangan nasional saat ini masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. 

Menurutnya, fondasi produksi domestik menjadi kunci utama dalam menghadapi guncangan eksternal.

"Ketersediaan dan produksi pangan Indonesia mencukupi," ujar Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa 3 Maret 2026.

Tantangan di Sektor Energi

Meski sektor pangan dinilai stabil, Hermanto memberikan catatan kritis pada sektor energi. Eskalasi militer di kawasan Teluk berpotensi besar memicu lonjakan harga minyak mentah dunia. 

Hal ini dipandang sebagai risiko utama yang dapat merambat ke biaya distribusi logistik nasional.

Pemerintah disarankan untuk memperkuat mitigasi pada sektor bahan bakar minyak (BBM). Langkah strategis yang diusulkan meliputi:

•    Menjamin ketersediaan stok BBM nasional agar tetap stabil.
•    Memastikan kelancaran jalur distribusi di seluruh wilayah.
•    Mempercepat transisi ke energi terbarukan (non-minyak) untuk mengurangi ketergantungan pada pasar global.

Strategi Penguatan Domestik

Hermanto menekankan bahwa kenaikan harga energi global secara historis berdampak pada harga pangan. Namun, situasi ini dapat menjadi momentum bagi sektor pertanian lokal jika dikelola dengan manajemen yang tepat.

Ia mendesak penguatan peran Badan Urusan Logistik (Bulog) dalam mengamankan cadangan beras dan komoditas esensial lainnya. Langkah ini krusial untuk memastikan kesiapan pemerintah dalam melakukan intervensi pasar jika terjadi fluktuasi harga yang signifikan.

"Produksi tanaman pangan kita agar dipacu. Lalu Bulog harus lebih aktif melakukan pengadaan beras dan bahan pangan lain, sehingga stok mencukupi dan senantiasa siap melaksanakan operasi pasar," tambahnya.

Sebagai penutup, sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dianggap menjadi syarat mutlak. Tata kelola yang efisien dan transparan dalam penguatan cadangan pangan serta akselerasi energi alternatif diharapkan mampu menjadi benteng pertahanan Indonesia terhadap dampak krisis geopolitik internasional.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harta Harus Beredar di Tangan Orang Baik
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Gugat Cerai Insanul Fahmi, Wardatina Mawa Tuntut Hak Asuh Anak dan Harta Gono-Gini ke Suami Siri Inara Rusli?
• 10 jam lalugrid.id
thumb
Komitmen Bangun Sumbar, Andre Rosiade Bagikan 4.000 Paket Sembako di Agam
• 4 jam laludetik.com
thumb
Mudik Gratis Angkutan Laut Pemprov DKI Jakarta 2026 Akan Dibuka, Ini Jadwal, Syarat, dan Tujuannya
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Diduga KDRT, Dokter Spesialis di Blora Dilaporkan ke Polisi
• 11 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.