Jakarta: Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyebutkan sebanyak 15 Warga Negara Indonesia (WNI) di Teheran, Iran, siap dievakuasi melewati Baku, Azerbaijan. Evakuasi dilakukan menyikapi eskalasi konflik Timur Tengah yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
"Sedang diatur kapan (evakuasi dilaksanakan) karena ruang udara juga sedang ditutup. Kalau misalnya evakuasi dari Teheran itu, mereka harus dibawa ke Baku itu sepuluh jam perjalanan," kata Sugiono dikutip dari Antara, Rabu, 4 Maret 2026.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra itu mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Kedutaan Besar RI di Iran mengatur waktu evakuasi. Menurut dia, evakuasi bakal dilaksanakan melalui perjalanan darat dari Teheran menuju Baku, Azerbaijan.
Sugiono menjelaskan bahwa persiapan evakuasi dilakukan dengan pertimbangan logistik dan kondisi kesehatan setiap WNI. Sebab, mempertimbangkan waktu tempuh perjalanan darat dari Teheran, Iran menuju Baku, Azerbaijan, kemudian penerbangan menuju Jakarta.
Baca Juga :
Presiden Tegaskan Indonesia Harus Siap Menghadapi Segala Kemungkinan Terkait Timur Tengah"Yang minta evakuasi, kita evakuasi. Kan tidak mungkin orang yang tidak mau dipindahkan, kita pindahkan. Di GCC aja Qatar ada 27 ribu orang, kalau minta dievakuasi, kita mau evakuasi. Di Qatar, di UAE, di Bahrain, belum ada yang mau dievakuasi. Ini 15 (WNI) yang udah menyatakan kesediaan," ungkap Sugiono.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono. Foto: Antara/Fathur Rochman.
Ia pun telah memerintahkan Duta Besar RI untuk Iran, Rolliansyah Soemirat, untuk segera mengambil langkah-langkah evakuasi WNI di Iran.
"Di tengah eskalasi yang semakin meningkat, tadi siang juga saya sudah memerintahkan kepada Dubes kita di Teheran untuk mengambil langkah-langkah evakuasi yang segera, jika memang ada masyarakat Indonesia yang menginginkan untuk dievakuasi," ujar Sugiono.
Dia mengatakan perkembangan situasi ke depan masih akan terus dipantau seiring dinamika yang terjadi di kawasan tersebut.
Presiden Prabowo Subianto, kata dia, juga menegaskan Indonesia harus siap menghadapi segala kemungkinan yang terjadi imbas konflik tersebut.




