Polri Harus Tetap di Bawah Presiden, Jangan Digiring ke Politik Praktis

disway.id
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID – Kornas Presidium Pemuda Timur menegaskan dukungannya agar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tetap berada di bawah Presiden secara struktural dan organisatoris.

Sikap tersebut disampaikan dalam agenda deklarasi yang digelar di Jakarta Selatan, Selasa, 3 Maret 2026. 

BACA JUGA:Dramatis! Andre Permalukan Liverpool di Menit Akhir, Wolves Menang 2-1

BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Tembus US$80 per Barel, Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman

Perwakilan Kornas Presidium Pemuda Timur, Sandri Rumanama, menyatakan dukungan itu didasarkan pada sejumlah pertimbangan mendasar.

“Yang pastinya kami dari Pemuda Indonesia Timur berharap dan menyampaikan pernyataan sikap kami, kami mendukung penuh Polri secara struktural dan organisasi tetap di bawah Presiden, tentu dengan alasan-alasan tertentu,” ujar Sandri.

Ia menjelaskan, alasan pertama adalah untuk mempermudah garis komando. Kedua, agar proses penegakan hukum tidak berbelit-belit. Ketiga, menjaga independensi penegakan hukum sebagaimana amanat reformasi yang selama ini dijaga bersama.

“Karena menurut pertimbangan kami ini adalah amanat reformasi yang kita jaga bersama. Melemahkan institusi penegakan hukum tentu artinya melemahkan bangsa itu sendiri,” tegasnya.

BACA JUGA:Siapa Saja 11 Orang yang Dibawa KPK ke Jakarta Bersama Bupati Pekalongan Fadia Arafiq?

Terkait berbagai framing negatif terhadap Polri, Sandri menilai hal tersebut tidak perlu dilawan secara reaktif. Ia menyebut setiap lembaga negara memiliki sisi positif dan negatif yang tidak bisa dimungkiri.

“Kalau Polri salah ya kita kritisi. Kalau menurut kami kerjanya tidak sesuai prosedural undang-undang dan tidak baik di mata publik, kita kritisi. Kami tidak membela secara mutlak,” katanya.

Namun, ia menegaskan pihaknya menolak jika secara struktural Polri digiring ke ranah politik praktis. Menurutnya, wacana menempatkan Polri di bawah kementerian terlalu politis dan berpotensi mengaburkan prinsip ketatanegaraan.

“Relasinya Polri dan Presiden adalah relasi konstitusional, bukan relasi politis. Jadi kalau Polri dianggap buruk di mata masyarakat ya kita kritisi agar memperbaiki diri, bukan malah melemahkan institusinya,” ujarnya.

BACA JUGA:Selain Fadia Arafiq, KPK juga Bawa Sekda Pekalongan Serta Pihak Swasta

Sandri juga menyoroti peran Polri di kawasan Indonesia Timur. Ia menilai institusi tersebut termasuk yang paling tanggap dan cepat dalam merespons persoalan di wilayah dengan tingkat konflik horizontal yang relatif tinggi.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto: Naik Bus ke Jakarta, 11 Orang Hasil OTT di Pekalongan Tiba di Gedung KPK
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Kepala BGN: 49 SPPG Kena Suspend, Empat Diizinkan Beroperasi Kembali
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Tinggalkan Istana Usai Pertemuan: AHY Antar SBY, Gibran Satu Mobil Bareng Jokowi
• 7 jam lalusuara.com
thumb
Kakorlantas Launching Lagu Mudik 2026
• 15 jam laludetik.com
thumb
Adira Expo Berkah Ramadan Sapa Masyarakat Sulawesi, Tawarkan Kredit Mudah dan Cepat
• 19 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.