- Presiden Prabowo pimpin diskusi strategis bersama mantan presiden dan wakil presiden.
- Pertemuan tiga setengah jam di Istana bahas isu nasional hingga geopolitik global.
- Tokoh bangsa dan pimpinan parpol berkumpul di Istana penuhi undangan Prabowo.
Suara.com - Pertemuan tertutup yang digelar Presiden Prabowo Subianto bersama para mantan presiden dan mantan wakil presiden Republik Indonesia resmi berakhir setelah berlangsung selama lebih dari 3,5 jam. Tepat pukul 23.12 WIB, para tokoh bangsa tersebut mulai meninggalkan Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/3/2026) malam.
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), menjadi tokoh pertama yang keluar dari pintu Istana. Didampingi Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, JK diantar hingga memasuki mobil Toyota Alphard miliknya. Teddy tetap bersiaga di area drop-off untuk melepas kepulangan tamu-tamu negara lainnya.
Setelah JK, menyusul Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi, yang menuju kendaraan BMW. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tampak mendampingi sang ayah hingga ikut masuk ke dalam mobil yang sama.
Selanjutnya, Wakil Presiden ke-13, Ma'ruf Amin, dan Wakil Presiden ke-11, Boediono, meninggalkan lokasi dengan kawalan Seskab Teddy menuju kendaraan masing-masing.
Rangkaian kepulangan diakhiri oleh Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Putra sulungnya yang juga menjabat Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), turut mengantar SBY hingga ke mobil Lexus hitam.
Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama putra sulungnya yang juga menjabat Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3/2026) malam. [Suara.com/Novian]Diskusi Strategis di Istana Merdeka
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo Subianto bertindak sebagai pemimpin diskusi. Ia tampak duduk diapit oleh dua pendahulunya, SBY dan Jokowi. Sebelumnya, suasana akrab terlihat saat Prabowo menyambut langsung kedatangan SBY dengan memberikan hormat, sementara SBY membalas dengan menggandeng tangan Prabowo saat menaiki tangga Istana.
Seskab Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa agenda ini dirancang sebagai ruang silaturahmi sekaligus diskusi lintas generasi kepemimpinan.
“Alhamdulillah, hampir sebagian besar tokoh hadir. Malam ini menjadi ajang bertukar pandangan mengenai berbagai hal strategis, baik nasional maupun global. Bapak Presiden ingin mendengar langsung masukan dari para tokoh tersebut,” ujar Teddy.
Baca Juga: Analis: Iran di Atas Angin, Ini Sebabnya
Kehadiran Tokoh Bangsa dan Isu Timur Tengah
Selain para mantan pemimpin negara, sejumlah ketua umum partai politik dan menteri Kabinet Merah Putih turut hadir melalui pintu belakang Istana Negara. Tampak di antaranya Surya Paloh (NasDem), Zulkifli Hasan (PAN), Bahlil Lahadalia (Golkar), Muhaimin Iskandar (PKB), AHY (Demokrat), serta Presiden PKS Almuzzammil Yusuf. Ketua DPR RI Puan Maharani pun hadir dalam pertemuan tersebut.
Jajaran menteri yang mendampingi meliputi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Mendikdasmen Abdul Mu'ti, Mendiktisaintek Brian Yuliarto, Mensos Saifullah Yusuf, serta Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana. Hadir pula pakar diplomasi seperti Alwi Shihab dan Marty Natalegawa, serta perwakilan pengusaha yakni Anindya Bakrie (Kadin), Akbar Himawan Buchari (Hipmi), dan Shinta Kamdani (Apindo).
Surya Paloh dan AHY senada menyatakan bahwa mereka hadir untuk mendengarkan arahan serta pandangan Presiden Prabowo terkait agenda strategis yang akan dibahas. Sementara itu, Alwi Shihab memperkirakan diskusi malam ini tidak lepas dari eskalasi situasi di Timur Tengah pasca-serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
"Undangannya memang silaturahmi umum, namun melihat perkembangan terakhir, tentu masalah Timur Tengah akan menjadi bahasan penting," ungkap Alwi Shihab.




