REPUBLIKA.CO.ID, MANADO, – Warga setempat dilibatkan dalam pengamanan Taman Nasional Bunaken sebagai upaya mencegah perusakan kawasan konservasi. Kepala Balai Taman Nasional Bunaken, Catur Marbawa, menyampaikan bahwa pelibatan warga dilakukan melalui kegiatan patroli dan pengawasan bersama.
"Kami mengikutsertakan warga dalam patroli dan pengawasan melalui wadah masyarakat mitra polisi kehutanan dan kader konservasi," kata Catur di Manado, Selasa.
Selain melibatkan warga, patroli bersama juga dapat dilakukan dengan menggandeng jajaran kepolisian, TNI, Imigrasi, dan Balai Gakum Kehutanan.
Bunaken, dengan luas 73.983,29 hektare, memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang perlu dilindungi, termasuk terumbu karang, ikan karang, seagrass, dan mangrove. Di daratan, terdapat potensi satwa seperti Yaki atau monyet hitam Sulawesi, Tarsius, Kuskus, dan berbagai spesies burung serta tumbuhan hujan tropis dataran rendah.
"Jika kelestarian kawasan ini terjaga, maka warga akan mendapatkan dampak ekonomi langsung melalui wisatawan yang berkunjung," ujar Catur.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Menariknya, baru-baru ini Paus Orca (Orcinus orca) terlihat di perairan Bunaken, menandakan bahwa rantai makanan laut di kawasan tersebut dalam kondisi relatif sehat. Kemunculan paus ini diabadikan oleh tim 'Smart Patrol' Resor Mantehage pada Selasa (24/2).