Menlu Sugiono Komunikasi ke Iran dan AS soal Prabowo Siap Jadi Mediator, Apa Hasilnya?

kompas.com
14 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkap sudah melakukan komunikasi ke dua pihak terkait kesiapan Presiden Prabowo Subianto menjadi mediator antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

"Saya berkomunikasi dengan kedua belah pihak. Saya berkomunikasi dengan pihak Amerika Serikat juga dengan pihak Iran," ujar Sugiono di Kompleks Istana, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Namun, menurut Sugiono, kedua pihak masih belum memberikan keputusan tegas.

Ia menyebutkan, Iran dan AS masih ingin melihat situasi beberapa waktu ke depan.

Baca juga: Apa Dampaknya jika Indonesia Jadi Mediator Konflik Iran-AS?

"Kita tunggu, bagaimana nanti karena mereka mengatakan ya kita lihat dalam beberapa hari, beberapa minggu ke depan ini situasinya," ucapnya.

Sugiono pun menegaskan bahwa tawaran Prabowo untuk menjadi mediator itu perlu kesediaan Iran dan AS untuk dapat hadir bersama.

Sebab, baru-baru ini Kedutaan Besar Iran di Indonesia menyampaikan rasa pesimisnya soal mediasi dengan AS.

"Seperti yang disampaikan bahwa jika kedua belah pihak berkeinginan, ya Pak Presiden bersedia untuk menjadi mediator. Tetapi kalau misalnya ada pandangan seperti itu ya kita kembalikan kepada mereka," tutur dia.

Baca juga: Menyorot Niat Prabowo Jadi Mediator Usai AS-Israel Serang Iran...

Sugiono menegaskan, Indonesia siap menjadi jembatan perdamaian sehingga menawarkan diri menjadi mediator.

"Yang pasti Indonesia ingin ada dalam posisi bahwa bagaimana kita bisa menjadi jembatan dari perbedaan, menawarkan kesiapan kita, menawarkan diri kita," ujar Sugiono

Sebelumnya diberitakan, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya untuk menjadi mediator antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Pernyataan resmi ini disampaikan Kementerian Luar Negeri menyusul serangan udara gabungan yang dilancarkan militer AS dan Israel ke sejumlah wilayah Iran.

Baca juga: Sederet Catatan Usai Indonesia Ingin Jadi Juru Damai Iran vs Israel-AS

Merespons ini, Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengapresiasi tawaran Presiden Prabowo sebagai mediator usai serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.

Boroujerdi mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi Pemerintah Indonesia yang telah bersedia memfasilitasi usai serangan tersebut.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Namun Iran berpandangan bahwa sampai saat ini tidak ada mediasi atau perundingan yang berdampak secara signifikan.

“Kami meyakini bahwa saat ini tidak ada negosiasi dan perundingan apa pun dengan pemerintah Amerika yang akan berguna, karena mereka tidak terikat dan tidak patuh pada hasil apa pun,” kata Boroujerdi dalam jumpa pers di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026) lalu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Viral Menu MBG Ponorogo Basi, SPPG Mangkujayan Terseret
• 4 jam lalurealita.co
thumb
Prospek Negatif oleh Fitch Jadi Peringatan Serius
• 1 jam lalukompas.id
thumb
Profil Anak-Mantu A Rafiq: Ada Aktor, Dokter, Hingga Bupati Pekalongan yang Terjaring OTT KPK
• 9 jam laluharianfajar
thumb
Rizky Ridho Sayangkan Persija Kembali Buang Poin di Kandang
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hasil BRI Super League: Kalahkan Madura United, Malut United Kembali Panaskan Papan Atas
• 22 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.