Iran Bersumpah Lawan AS-Israel Habis-habisan: Sekarang Adalah Waktu untuk Berperang

tvonenews.com
13 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Iran menegaskan bahwa konflik bersenjata yang saat ini tengah berkecamuk dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel hanya akan menemui titik akhir jika aksi serangan terhadap negaranya dihentikan.

Pernyataan tersebut dilontarkan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, saat mengunjungi sebuah sekolah dasar di Teheran yang menjadi sasaran serangan udara AS-Israel. 

Baghaei menekankan bahwa posisi Iran dalam konflik ini adalah pihak yang mempertahankan diri. Ia menyebut perang tersebut “tidak dimulai oleh Iran, yang memilih diplomasi.”

Ketegangan mencapai puncaknya setelah AS dan Israel meluncurkan serangan udara masif ke wilayah Iran pada Sabtu (28/2). 

Data dari pihak Teheran menyebutkan serangan tersebut merenggut hampir 800 nyawa, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei serta sejumlah petinggi militer negara tersebut.

Ironisnya, serangan besar itu terjadi hanya beberapa hari setelah Iran dan Amerika Serikat merampungkan putaran ketiga negosiasi nuklir tidak langsung yang difasilitasi oleh Oman. 

Baghaei mengungkapkan bahwa kini banyak pihak di internal Iran yang menentang keras jalur negosiasi dengan AS, berkaca pada serangan serupa yang juga pernah terjadi Juni tahun lalu.

Sebagai langkah antisipasi eskalasi yang lebih luas, Iran mendesak Dewan Keamanan PBB dan komunitas internasional untuk segera mengambil tindakan nyata “sebelum perang meluas ke tempat lain.”

Baghaei menyatakan bahwa fokus utama Teheran saat ini adalah pertahanan nasional. 

Iran menurutnya telah “bersumpah untuk bertempur dengan seluruh kekuatan kami dalam pertempuran ini,” seraya menambahkan bahwa pesan-pesan diplomatik yang diterima selama ini dianggap tidak konsisten.

“Kami telah menerima banyak pesan yang saling bertentangan dan menyesatkan selama satu setengah tahun terakhir. Sekarang adalah waktu untuk berperang dan membela tanah air. Apa pun yang mengalihkan perhatian kami harus disingkirkan,” tegas Baghaei.

Lebih lanjut, ia melontarkan kritik tajam terhadap sikap dunia yang dianggap abai terhadap pelanggaran hukum internasional dan kedaulatan negara.

Menurutnya, pembiaran terhadap agresi hanya akan menciptakan kekacauan global yang lebih besar.

“Kami telah berulang kali berseru dan memperingatkan bahwa jika dunia; terutama negara-negara yang mengklaim menjunjung tinggi supremasi hukum dan telah memainkan peran mendasar dalam membentuk sistem norma internasional serta Piagam PBB; tidak bertindak, api pelanggaran hukum dan pemberontakan akan melanda semua negara,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Antam Turun ke Rp3.045 Juta per Gram
• 9 jam lalutvrinews.com
thumb
SMF Incar Ikut Lagi Program Rumah Subsidi Griya Tuntas 2026
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bacaan Niat Zakat Fitrah Lengkap untuk Diri Sendiri, Istri, dan Anak serta Waktu Tetpat Membacanya
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Safari Ramadan NasDem di Tulungagung, Saan Mustopa Pimpin Konsolidasi
• 8 jam laludetik.com
thumb
Perusahaan Keluarga Terima Kontrak Rp46 Miliar, Bupati Pekalongan 'Kecipratan' Rp5,5 Miliar
• 1 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.