Como, VIVA – Pelatih Cesc Fabregas mengungkapkan perasaan bangganya terhadap penampilan Como 1907 dalam pertandingan leg pertama semifinal Coppa Italia melawan Inter Milan, yang berakhir imbang tanpa gol di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como, Rabu dini hari WIB 4 Maret 2026. Fabregas menilai timnya layak meraih kemenangan karena mendominasi jalannya laga dan menciptakan beberapa peluang emas.
Dalam jumpa pers pasca pertandingan, Fabregas mengatakan bahwa meskipun skor tercatat 0-0, Como pantas keluar sebagai pemenang. Ia menyoroti dominasi permainan timnya dan peluang yang mereka ciptakan, termasuk peluang besar yang dilewatkan oleh Alex Valle dari jarak dekat.
Fabregas merasa pertandingan tersebut mirip seperti “pertandingan catur taktis”, di mana Como bermain sesuai rencana melawan salah satu tim paling dominan di Liga Italia.
“Hasilnya seperti ini. Secara keseluruhan, saya merasa mungkin kami pantas mencetak gol, atau setidaknya lebih dekat untuk mencetak satu gol,” ujar Fabregas kepada Sport Mediaset.
- Football Italia
Fabregas juga menanggapi kritik yang sempat dialamatkan kepada timnya, terutama setelah kekalahan telak 4-0 dari Inter di Serie A beberapa waktu lalu. Ia menolak pandangan bahwa pertandingan ini adalah “balas dendam”, menekankan bahwa timnya tetap rendah hati dan terus belajar. Fabregas menyatakan bahwa tantangan sebenarnya adalah terus berkembang dan menjaga ritme permainan sepanjang musim.
Meskipun Inter hanya memiliki satu tembakan ke gawang sepanjang pertandingan, Como menciptakan beberapa peluang penting dan tampil percaya diri. Kini kedua tim akan bertemu kembali di leg kedua di San Siro, dengan hasil pertandingan nanti menjadi penentu langkah ke final Coppa Italia.
Fabregas juga merenungkan perjalanan Como, yang baru dua tahun lalu berada di Serie B. Kini, mereka tampil di semifinal Coppa Italia dan menunjukkan kemampuan bersaing di level tinggi. Ia tetap optimistis bahwa timnya bisa terus berkembang dan suatu hari nanti mungkin menantang tim-tim besar di Italia jika terus meningkatkan kualitasnya.
Artikel ini menggambarkan bagaimana Fabregas, meskipun menghadapi tim sekuat Inter, tetap bangga dengan cara timnya bermain dan berfokus pada potensi masa depan serta ambisinya untuk terus menantang lebih banyak lagi dalam sepak bola Italia.




