Konflik Timur Tengah Paksa Puluhan Penerbangan Internasional ke Indonesia Batal-Kabar Daerah

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai memukul sektor penerbangan Tanah Air. Penutupan ruang udara di sejumlah negara menyusul konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran memaksa pembatalan puluhan penerbangan internasional dari dan menuju Indonesia.

Hingga Senin, 2 Maret 2026, Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, mencatat sedikitnya 15 penerbangan internasional batal beroperasi. Maskapai besar seperti Etihad, Emirates, dan Qatar Airways terpaksa menghentikan layanan demi keamanan. Dampaknya, sebanyak 3.197 penumpang keberangkatan kini tertahan di terminal internasional.

Baca Juga :

Lagi, Bandara Soekarno-Hatta Catat Pembatalan 15 Penerbangan Tujuan Timteng

Pihak Communication and Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi. Menjelaskan bahwa pembatalan rute internasional tersebut merupakan dampak langsung dari situasi penutupan jalur udara di beberapa negara konflik. 

“Sehubungan dengan penutupan ruang udara di sejumlah negara, dapat kami sampaikan bahwa hingga Senin, 2 Maret 2026 pukul 13.00 WITA (Waktu Indonesia Tengah), terdapat total 15 penerbangan rute internasional yang mengalami pembatalan penerbangan,” ujar Gede.

Baca Juga :

Imbas Konflik Timteng, Jadwal Penerbangan di Bali Masih Terganggu
Merespons situasi tersebut, Kepala Seksi Humas Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ipda I Gede Suka Artana, menjelaskan personelnya bersinergi dengan para pemangku kepentingan bandara untuk melakukan pengamanan dan pemantauan. Fokus utama berada di Terminal Keberangkatan Internasional yang menjadi titik konsentrasi penumpang terdampak. 

“Personel Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai bersinergi dengan stakeholder terkait untuk melakukan pengamanan dan monitoring di Terminal Internasional serta memberikan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kepada penumpang. Hingga saat ini situasi tetap aman dan kondusif,” ungkap Ipda I Gede Suka Artana.
Kantor Imigrasi bersiaga Sementara itu, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kantor Imigrasi mulai bersiaga menghadapi potensi warga negara asing (WNA) yang mengalami overstay atau melebihi batas izin tinggal. Hal ini disebabkan oleh situasi force majeure atau keadaan darurat di luar kendali manusia yang menghalangi kepulangan mereka sesuai jadwal.

Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta, Galih Perdhana, memberikan arahan khusus bagi warga asing yang izin tinggalnya terancam habis akibat pembatalan penerbangan ini agar segera melakukan pelaporan resmi. 

“Terhadap orang asing yang berada di wilayah Indonesia dan masa berlaku izin tinggalnya akan berakhir atau telah melebihi jangka waktu yang diberikan (overstay), karena tidak dapat meninggalkan wilayah Indonesia akibat situasi darurat penerbangan, dapat segera melapor ke Kantor Imigrasi,” tegas Galih.

Pihak pengelola bandara kini telah menyediakan help desk khusus untuk membantu penumpang dalam proses refund (pengembalian dana tiket) maupun koordinasi akomodasi hotel. Hingga berita ini diturunkan, otoritas terkait terus memantau stabilitas ruang udara global guna memastikan keselamatan operasional penerbangan nasional di masa mendatang.

Saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Muhammad Fauzan)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Samsat Keliling Jadetabek buka di 14 lokasi
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Pak Ogah yang Kerap Tutup Paksa Jalan Jakbar Dirazia, Pedagang Liar Turut Ditertibkan
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Andry Hakim Tercatat Sebagai Pemegang Saham RMKO-SOTS
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
Kesal Tak Ada Makan Usai Main Game Online, Remaja di Tana Toraja Tega Bacok Ibu Kandung
• 41 menit lalurctiplus.com
thumb
Menteri Maruarar Sirait Salurkan Rp500 Juta untuk Pembangunan Gereja di Kubu Raya dan Tekankan Pentingnya Kerukunan
• 10 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.