Korban Tewas Serangan Iran Capai 787 Orang

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews-Iran

Krisis pangan mulai melanda warga Tehran sementara gelombang serangan udara Israel terus berlanjut.

Eskalasi militer di Timur Tengah memasuki babak baru setelah militer Israel (IDF) mengonfirmasi gelombang serangan udara terbaru yang menargetkan pusat kepemimpinan dan infrastruktur vital di Tehran, Rabu 4 Maret 2026.

Berdasarkan analisis visual dari unit verifikasi BBC News , serangan tersebut menyasar kompleks pemerintahan yang menjadi jantung birokrasi Iran. 

Pihak Israel menyatakan bahwa operasi ini merupakan kelanjutan dari kampanye militer yang telah berlangsung sejak akhir pekan lalu untuk melumpuhkan kapabilitas strategis Teheran.

Pernyataan Gedung Putih dan Kritik Trump

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan pernyataan tegas terkait dampak serangan tersebut. Berbicara kepada awak media di Gedung Putih, Trump mengklaim bahwa kekuatan militer Iran telah mengalami kelumpuhan signifikan.

"Semua fasilitas di Iran telah berhasil dilumpuhkan," ujar Trump dalam keterangan resminya.

Selain mengomentari situasi di lapangan, Trump juga melontarkan kritik tajam terhadap Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, terkait respons awal Inggris terhadap operasi gabungan AS-Israel. 

Membandingkan kepemimpinan saat ini dengan sejarah Inggris, Trump menyatakan, "Kita tidak sedang berhadapan dengan sosok seperti Winston Churchill."

Dampak Kemanusiaan dan Krisis Pangan

Sejak operasi militer dimulai pada Sabtu lalu, Amerika Serikat melaporkan telah menghantam lebih dari 1.700 target di wilayah Iran. Namun, serangan intensif ini memicu kekhawatiran kemanusiaan yang mendalam.

Bulan Sabit Merah melaporkan bahwa jumlah korban tewas di Iran hingga saat ini telah mencapai 787 jiwa. 

Di tengah dentuman ledakan, warga di Tehran mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap kelangkaan logistik. Kepada BBC Persian, sejumlah penduduk melaporkan bahwa ketersediaan bahan makanan pokok mulai menipis di pasar-pasar lokal.

Mobilisasi Kekuatan Eropa

Sebagai respons atas serangan terhadap pangkalan militer Inggris di Siprus, London segera memperkuat pertahanan di wilayah Mediterania Timur. 

Inggris mengonfirmasi pengiriman helikopter dengan kemampuan kontra-drone serta kapal perusak pertahanan udara HMS Dragon ke Siprus.

Langkah ini diikuti oleh Perancis yang berencana mengirimkan kapal fregat dan sistem pertahanan udara tambahan ke pulau tersebut guna mengamankan aset-aset strategis dari potensi serangan balasan lebih lanjut.

Teheran sendiri telah membalas dengan gelombang serangan di berbagai titik regional, memicu kekhawatiran akan terjadinya perang terbuka yang lebih luas di kawasan tersebut.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Resmi, Honda City Hatchback Stop Produksi
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Tak Bisa Tambah Momongan, Rizky Billar dan Lesti Kejora Pilih Asuh Anak Berkebutuhan Khusus
• 17 jam lalugrid.id
thumb
Xiaomi 17 Series Rilis di Indonesia, Punya Kamera Leica Telephoto 200 MP
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Fenomena Gerhana Bulan Total ‘Blood Moon’ Terlihat di Asia dan Amerika
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tips Perawatan Kulit Selama Puasa
• 6 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.