Fenomena Gerhana Bulan Total ‘Blood Moon’ Terlihat di Asia dan Amerika

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Fenomena langka gerhana bulan Blood Moon menghiasi langit di berbagai belahan dunia pada Selasa, 3 Maret 2026, malam. Fenomena ini berlangsung selama beberapa jam dengan fase totalitas terjadi sekita satu jam. 

Gerhana bula total terlihat pada Selasa pagi di Amerika Utara, Amerika Tengah, dan bagia barat di Amerika Selatan. Sementara itu, warga di Australia dan Asia Timur dapat menyaksikannya pada Selasa malam.

Sebagian wilayah Asia Tengah dan sebagian besar Amerika Selatan hanya dapat melihat fase parsial saat sebelum bayangan bumi tampak menutup sebagian permukaan bulan. Sementara itu, di wilayah Afrika dan Eropa tidak dapat menyaksikan fenomena kali ini.
  Baca juga: Gerhana Bulan Total Hiasi Langit Aceh, Warga Diimbau Salat Khusuf

Gerhana bulan total langsung ketika terjadi bumi berada tepat di antara matahari dan bulan purnama, sehingga bayangan bumi menutup seluruh permukaan bulan. Warna merah yang muncul dikenal sebagai Blood Moon terjadi karena sebagian cahaya matahari tetap menembus atmosfer bumi dan dibiaskan ke arah bulan hingga menghasilkan warna oranye kemerahan. 

Masyarakat yang menyaksikan fenomena ini tidak diperlukan peralatan khusus, cukup dengan langit cerah tanpa awan, dan fenomena ini dapat dinikmati dengan mata telanjag.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengacara Suap Hakim Kasus Minyak Goreng Divonis 14 & 16 Tahun Penjara
• 13 jam laludetik.com
thumb
Chandra Asri Umumkan Force Majeure Imbas Gangguan Pasokan Selat Hormuz, Saham Anjlok
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ribuan Kapal Terjebak di Teluk Persia Imbas Konflik AS-Israel Vs Iran
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kejagung Ajukan Banding Vonis Kerry Adrianto dkk Terkait Kasus Korupsi Minyak Mentah Pertamina
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
GKSR: Setiap Suara Rakyat Adalah Kedaulatan, Bukan Angka Statistik  
• 9 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.