Kesepakatan Prabowo-Trump: 53 Komoditas Pertanian RI Bebas Tarif Masuk ke AS

matamata.com
7 jam lalu
Cover Berita

Matamata.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut pembebasan tarif hingga nol persen bagi komoditas pertanian Indonesia ke pasar Amerika Serikat (AS) sebagai "peluang emas".

Kebijakan ini merupakan hasil nyata dari kesepakatan dagang resiprokal (Agreements on Reciprocal Trade) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.

"Ini adalah peluang besar. Kakao, CPO, karet, dan komoditas lainnya insya Allah nol tarif. Kita akan dorong maksimal karena pasar Amerika sangat besar," ujar Amran di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Daftar Komoditas Unggulan Dalam skema kerja sama bertajuk Toward a New Golden Age for the US–Indonesia Alliance, sebanyak 53 kelompok komoditas pertanian yang mencakup 173 pos tarif (HS Code) resmi dibebaskan dari bea masuk.

Beberapa produk yang menjadi ujung tombak antara lain:

  • Perkebunan: Minyak sawit mentah (CPO), kakao dan turunannya, kopi, teh (hijau & hitam), serta karet.
  • Rempah-rempah: Lada, pala, cengkeh, kayu manis, kapulaga, jahe, dan kunyit.
  • Buah Tropis: Pisang, nanas, mangga, durian, dan pepaya.
  • Produk Olahan: Tepung pati berbasis singkong dan sagu, serta pupuk mineral berbasis kalium.

Khusus untuk CPO, Indonesia selama ini telah memasok sekitar 1,7 juta ton ke pasar AS. Dengan tarif nol persen, daya saing harga produk sawit Indonesia dipastikan akan meningkat tajam dibanding negara pesaing.

Dampak Diplomasi Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa total terdapat 1.819 pos tarif produk Indonesia, baik sektor pertanian maupun industri, yang kini bebas bea masuk ke AS.

Selain pertanian, produk industri seperti komponen elektronik, semikonduktor, hingga komponen pesawat terbang juga mendapatkan fasilitas serupa.

"Langkah strategis ini membuka akses pasar yang lebih luas dan memperkuat daya saing komoditas unggulan kita di tengah dinamika perdagangan internasional," kata Airlangga.

Pemerintah optimistis fasilitas nol persen ini akan menjadi katalisator pertumbuhan ekspor nasional, sekaligus memperkuat kemitraan ekonomi strategis antara Jakarta dan Washington di masa depan. (Antara)

Baca Juga
  • Menkeu Purbaya: APBN 2026 Masih Tangguh Hadapi Dampak Krisis Global


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
10 Negara dengan Waktu Puasa Tersingkat di Dunia Tahun 2026
• 5 jam lalubeautynesia.id
thumb
IHSG Tertekan Konflik Timur Tengah, OJK Disarankan Perkuat Mitigasi Risiko Perlemahan
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Klasemen Liga Inggris Usai Liverpool Takluk dari Wolves, Everton Tumbangkan Burnley
• 9 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Gugat Cerai Insanul Fahmi, Wardatina Mawa Tuntut Hak Asuh Anak dan Harta Gono-Gini ke Suami Siri Inara Rusli?
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Hujan Deras Picu Longsor Meluas di Semarang, Permukiman Warga Terancam
• 8 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.