Harga “Gila” di Mappak, Pelosok Tana Toraja: Telur Rp70 Ribu Per Rak, Gas 3 Kg Tembus Rp50 Ribu!

harianfajar
5 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, TANA TORAJA – Melambungnya harga kebutuhan pokok ternyata tidak hanya mencekik warga di pusat Kota Makale.

Kondisi jauh lebih memprihatinkan justru dirasakan masyarakat di pelosok Tana Toraja. Khususnya di wilayah perbatasan antara Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Di Pasar Kondodewata, Kecamatan Mappak, harga berbagai komoditas pangan dilaporkan melonjak drastis hingga dua kali lipat dari harga normal.

Letak geografis yang terisolasi dan hancurnya infrastruktur jalan ditengarai menjadi pemicu utama mahalnya biaya hidup di wilayah pegunungan ini.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Selasa (3/3/2026), harga sejumlah bahan pokok di wilayah perbatasan ini mencapai angka yang fantastis.

Telur ayam: Tembus Rp70.000 per rak.

Bawang merah: Dijual Rp68.000 per kilogram.

Bawang putih: Menyentuh Rp70.000 per kilogram.

Cabai rawit: Mencapai Rp60.000 per kilogram.

Gas 3 Kg: Dibanderol antara Rp45.000 hingga Rp50.000 per tabung.

Ironisnya, jika bukan hari pasar, harga-harga tersebut seringkali merangkak naik lebih tinggi, karena terbatasnya stok yang mampu menembus jalur ekstrem tersebut.

Menanti Keadilan Infrastruktur

Tingginya harga barang di Kecamatan Mappak dan Simbuang hanyalah puncak gunung es dari persoalan infrastruktur yang terabaikan selama puluhan tahun. Buruknya akses jalan tidak hanya memukul sektor ekonomi, tetapi juga mengancam nyawa warga.

Sejarah kelam seringkali terulang di wilayah ini. Mulai dari pasien sakit yang harus ditandu manual belasan kilometer hingga ibu hamil yang terpaksa melahirkan di tengah jalan.

Ada pula ambulans jenazah yang terjebak lumpur, sehingga peti mati harus dipikul sejauh puluhan kilometer menuju rumah duka.

Hingga saat ini, perbaikan jalan provinsi maupun kabupaten terkesan jalan di tempat. Masyarakat bahkan seringkali harus bergotong royong secara mandiri—menyewa alat berat hingga membeli bahan bakar secara urunan—hanya untuk membersihkan material longsor agar akses tetap terbuka.

Butuh Peran Nyata Pemerintah

Rema (27), salah seorang warga Kondodewata, mengungkapkan harapannya agar Pemerintah Provinsi Sulsel dan Pemkab Tana Toraja segera mengambil tindakan konkret, bukan sekadar janji.

“Akses jalan adalah kunci. Jika jalan diperbaiki, semua sektor mulai dari ekonomi, kesehatan, hingga transportasi akan pulih. Ini sangat krusial bagi kami yang berada di perbatasan dua provinsi,” ujar Rema.

Selain perbaikan jalan, warga juga mendesak agar Operasi Pasar Murah tidak hanya digelar di wilayah perkotaan. Mereka berharap bantuan subsidi pangan juga menyasar daerah terpencil agar beban ekonomi masyarakat pelosok dapat sedikit berkurang. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Masih Pakai Selang Oksigen, Bos Rokok HS Muhammad Suryo Video Call dengan Pengendara Jupiter: Saya Kehilangan Istri
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Propam Turun Tangan, Polisi Terduga Penembak Remaja di Toddopuli Diperiksa
• 18 jam laluharianfajar
thumb
BMKG Deteksi 3 Bibit Siklon Awal Maret 2026, Waspadai Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Ini
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Hassan Wirajuda: Prabowo Menavigasi Kita, Apa Efek Perang Terhadap Ekonomi Kita
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Salah Satu Bintang Terbesar di Alam Semesta Diprediksi Akan Mati
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.