Para astronom mencatat perubahan sangat tidak biasa pada salah satu bintang terbesar yang diketahui di alam semesta, yang bernama WOH G64, yang kemungkinan akan mati. Apa yang sedang diteliti ini membantu para ahli memahami bagaimana bintang-bintang raksasa hidup dan mati.
Bintang WOH G64 berada di galaksi satelit Bima Sakti yang dikenal sebagai Awan Magellan Besar (Large Magellanic Cloud), sekitar 160.000 tahun cahaya dari Bumi. Ia mulai diteliti sejak tiga dekade lalu.
Para peneliti mengamati perubahan warna bintang yang terjadi pada tahun 2014, yang menunjukkan sesuatu yang sangat langka: WOH G64 berubah dari bintang super raksasa merah menjadi hiper raksasa kuning, yang berarti permukaan bintang ini menjadi jauh lebih panas. Transisi ini terjadi dengan cepat, dalam skala kosmik, dan tanpa bukti adanya letusan atau ledakan.
"Biasanya evolusi sebuah bintang terjadi dalam skala waktu miliaran tahun. Dalam skala waktu manusia, kita hanya mengamati peristiwa yang lebih mendadak dan dahsyat, seperti letusan, penggabungan dua bintang, atau kematian eksplosifnya," kata astronom Gonzalo Muñoz-Sanchez, penulis utama penelitian yang diterbitkan minggu ini di jurnal Nature Astronomy.
WOH G64 memiliki massa sekitar 28 kali massa Matahari, tetapi diameternya bisa mencapai sekitar 1.500 kali lebih besar dari Matahari. Jika berada di tempat matahari, permukaannya akan membentang sejauh jarak antara orbit Jupiter dan Saturnus, planet kelima dan keenam di tata surya kita.
WOH G64, yang berusia sekitar 10 juta tahun, tampaknya mendekati akhir masa hidupnya. Sebaliknya, matahari berusia sekitar 4,5 miliar tahun dan diperkirakan masih memiliki sisa umur 5 miliar tahun lagi. WOH G64 terletak sekitar 160.000 tahun cahaya dari Bumi. Satu tahun cahaya adalah jarak yang ditempuh cahaya dalam setahun, yaitu 9,5 triliun km.
"WOH G64 adalah bintang masif dan sangat berbeda dari matahari," kata Muñoz-Sanchez.
Bintang-bintang dengan massa sekitar delapan hingga 23 kali massa matahari diperkirakan akan berevolusi menjadi super raksasa merah dan akhirnya meledak sebagai supernova.
Untuk bintang-bintang dengan massa antara 23 hingga 30 kali massa matahari, nasib mereka kurang pasti. Masih belum jelas apakah mereka meledak sebagai supernova, runtuh langsung membentuk lubang hitam, atau berevolusi dari fase super raksasa merah menjadi fase hiper raksasa kuning sebelum mengakhiri hidup mereka.
Lubang hitam adalah objek yang sangat padat dengan gravitasi yang sangat kuat sehingga bahkan cahaya pun tidak dapat lolos.
Yang menambah kompleksitas dalam memahami WOH G64 adalah kenyataan bahwa pengamatan menunjukkan bintang ini terikat secara gravitasi dengan bintang lain dalam apa yang disebut sistem biner. Para peneliti tidak dapat menentukan ukuran atau karakteristik bintang pendamping tersebut, tetapi mengatakan bahwa keduanya mungkin akan bergabung suatu saat nanti.




