【Laporan Internal】Partai Komunis Tiongkok Salah Menilai Situasi Iran, Evakuasi Perwakilan Luar Negeri Terlambat Setengah Langkah

erabaru.net
6 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Iran, menghantam Teheran dan sejumlah kota inti lainnya. Pemimpin tertinggi Iran yang telah berkuasa selama 36 tahun, Ali Khamenei, bersama menteri pertahanan serta lebih dari 40 pejabat tinggi dilaporkan tewas, sehingga peta kekuatan di Timur Tengah berubah drastis.

Sejumlah sumber mengungkapkan bahwa sebelum serangan udara terjadi, internal Partai Komunis Tiongkok (PKT) memiliki penilaian yang jelas-jelas “terlalu optimistis” terhadap situasi. Mereka meyakini AS dan Israel tidak akan melakukan “serangan pemenggalan kepala” langsung terhadap Khamenei, dan konflik hanya akan berhenti pada level intimidasi dan tekanan, tanpa benar-benar menyentuh inti kekuasaan Iran. Keyakinan berbasis pengalaman inilah yang menyebabkan personel diplomatik Tiongkok di Iran gagal menyelesaikan rencana evakuasi sekitar sepuluh hari lebih awal.

Beberapa jam setelah Teheran diguncang serangan, tanggapan Beijing juga terbilang dingin. Pada malam yang sama, Kementerian Luar Negeri PKT menjawab pertanyaan wartawan mengenai serangan AS–Israel hanya dengan pernyataan kurang dari 80 kata, menyatakan “keprihatinan tinggi”, menekankan bahwa kedaulatan Iran harus dihormati, serta menyerukan penghentian aksi militer.

Seorang sumber di Beijing yang memahami cara kerja sistem diplomasi, bermarga Kong, mengungkap kepada The Epoch Times:

“Dalam draf awal sempat ada bahasa yang lebih tegas, yang secara langsung menunjuk Israel dan Amerika Serikat sebagai pihak bertanggung jawab. Namun, dalam rapat internal, kalimat-kalimat itu dihapus satu per satu. Prinsip akhir yang disepakati adalah ‘jangan menyentuh AS dan Israel’.”

Namun, setelah kematian Khamenei dipastikan, PKT beralih ke sikap yang jauh lebih keras. Pada 1 Maret, Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi dalam percakapan telepon dengan Menlu Rusia menyatakan bahwa “secara terang-terangan membunuh pemimpin sebuah negara berdaulat dan mendorong perubahan rezim adalah hal yang tidak dapat diterima.” 

Keesokan harinya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Mao Ning menuduh AS dan Israel melakukan serangan militer terhadap Iran tanpa otorisasi Dewan Keamanan PBB, sehingga melanggar hukum internasional.

Kong juga menyebutkan bahwa hubungan Khamenei dengan PKT tergolong dekat. Meski dalam beberapa tahun terakhir Iran menerima berbagai dukungan teknologi dari otoritas Tiongkok di bidang keamanan, hal itu tetap gagal mencegah serangan presisi tersebut. Hasil ini sekaligus menghantam kepercayaan diri Beijing terhadap kemampuan kerja sama teknologinya sendiri.

Selain itu, “perintah evakuasi darurat” juga menyingkap kegagalan pengendalian risiko PKT. Seorang sumber internal bermarga Ma mengatakan bahwa Beijing terlalu bergantung pada analisis data dan penilaian yang diberikan pihak Iran, sehingga salah menilai situasi secara serius. 

Mereka beranggapan bahwa meski Iran lama berada di bawah ancaman militer AS dan Israel, negara itu tidak akan menghadapi serangan menyeluruh. Karena itu, “sebelum serangan udara benar-benar terjadi, sistem diplomasi PKT dan perwakilan luar negerinya tidak mengeluarkan peringatan substansial, dan baru memutuskan evakuasi setelah Amerika Serikat dan negara-negara Barat mulai mengevakuasi warganya.”

Serangan “pemenggalan kepala” AS–Israel terhadap Khamenei dan lingkaran intinya juga membuat Beijing kehilangan ritme. Cendekiawan independen Tiongkok Zhong Liang (nama samaran) mengatakan dalam wawancara bahwa Beijing memilih tidak secara terbuka berdiri di sisi sekutu, melainkan menyisakan ruang manuver demi kepentingannya sendiri.

 “Mereka tahu bahwa pertemuan Xi Jinping dan Donald Trump sudah di depan mata, yang akan menyangkut isu perdagangan, pembatasan teknologi, dan sanksi keuangan—semuanya berkaitan langsung dengan kepentingan inti PKT. Dalam kalkulasi seperti ini, apa yang disebut ‘mitra strategis’ bisa diturunkan statusnya kapan saja,” katanya. 

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bos Kartel Narkoba El Mencho Dimakamkan dalam Peti Emas di Guadalajara
• 23 jam laluokezone.com
thumb
Sopir Truk yang Terlibat Kecelakaan Beruntun di Exit Tol Bawen Diamankan
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
29 Unit Kapal Siap Untuk Mudik Lebaran 2026
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
Perang AS-Israel versus Iran Memanas, Hampir 4.000 Warga Jabar Masih di Timur Tengah
• 4 jam lalukompas.id
thumb
WIFI Gandeng Dua Perusahaan China Percepat Ekspansi Komersial 5G FWA 1,4 Ghz
• 1 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.