BANDUNG, KOMPAS- Konflik di kawasan Timur Tengah yang dipicu perang Amerika Serikat-Israel versus Iran terus berlanjut hingga Rabu (4/3/2026) ini. Kini, hampir 4.000 pekerja migran Indonesia asal Jawa Barat masih berada di sejumlah negara di kawasan tersebut.
Konflik yang dipicu serangan AS-Israel ke Teheran, ibu kota Iran, sejak Sabtu (28/2/2026). Ratusan korban jiwa terus berjatuhan.
Data Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyebutkan, 3.960 pekerja migran masih tersebar di Timur Tengah. Mereka tersebar di sejumlah negara antara lain, Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Oman, Bahrain dan Yordania.
Terkait itu, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi berharap semua dalam kondisi aman. Apabila membutuhkan bantuan, lanjutnya, masyarakat Jabar bisa menghubungi nomor telepon 082126030038.
"Penyediaan nomor telepon tersebut untuk memastikan keamanan dan keselamatan warga Jabar di sana, " kata Dedi.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jabar Adi Komar memaparkan, 58,3 persen dari 3.960 pekerja migran asal Jabar adalah laki-laki dan 42,7 persen perempuan. Tercatat 97 persen dari 3.960 ini merupakan pekerja formal.
"Kami masih berupaya mendata dulu warga Jabar di Timur Tengah dan memastikan kondisi mereka saat ini. Kemungkinan juga ada mahasiswa asal Jabar yang menimba ilmu di kawasan tersebut, " tambahnya.
Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran, telah menerbitkan surat imbauan kepada warga negara Indonesia (WNI) di Iran. Dalam surat itu tertulis, WNI diminta segera mengambil langkah konkret untuk mengamankan diri serta keluarga.
WNI juga diminta memberikan pembaruan informasi terkait situasi di wilayah masing-masing kepada KBRI di Tehran melalui grup koordinasi yang tersedia.





