EtIndonesia. Operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah memasuki hari ketiga. Serangan terus diarahkan ke berbagai fasilitas militer Iran. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa operasi ini diperkirakan akan berlangsung selama empat hingga lima minggu. Militer AS kini memasuki hari ketiga operasi berkelanjutan dan masih terus melakukan pengejaran terhadap target-target Iran.
“Ini adalah serangan berskala besar dan sangat menghancurkan yang mencakup seluruh domain operasi. Dalam 24 jam pertama saja, lebih dari 1.000 target telah dihantam,” kata Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine.
Presiden Trump menegaskan bahwa operasi ini bertujuan untuk menghentikan terorisme serta melindungi keamanan nasional Amerika Serikat. Departemen Pertahanan AS menyatakan bahwa sasaran utama operasi ini adalah memutus kemampuan Iran untuk membangun kembali industri militernya.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan: “Menghancurkan rudal ofensif Iran, menghancurkan fasilitas produksi rudalnya, menghancurkan angkatan laut Iran serta infrastruktur keamanan lainnya—dengan begitu Iran tidak akan pernah bisa memiliki senjata nuklir.”
Hegseth menekankan bahwa operasi ini bukanlah perang tanpa akhir.
Ia menegaskan: “Ini bukan Irak. Ini bukan perang yang tak berkesudahan. Kami akan maju demi melindungi kepentingan Amerika, tetapi kami tidak bodoh. Militer AS tidak perlu mengerahkan 200.000 pasukan dan menetap di sana selama 20 tahun.”
Hegseth juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya personel militer AS dalam operasi ini.
Ia mengatakan: “Seluruh bangsa menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan kepada empat prajurit Amerika yang telah gugur sejauh ini, serta kepada semua yang terluka. Mereka adalah putra-putri terbaik Amerika.”
Reporter New Tang Dynasty Television, Zheng Shengxun, melaporkan dari Amerika Serikat.





