Terkuak! Tiap Harga Minyak Naik US$1, RI Boncos Rp 6,8 Triliun

cnbcindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita
Foto: Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengungkapkan Kementerian Keuangan secara rutin melakukan stress test terhadap berbagai skenario global, termasuk kenaikan harga minyak dan potensi pelemahan rupiah.

Menurutnya, dalam nota keuangan, pemerintah juga mencantumkan analisis sensitivitas terhadap berbagai indikator makro. Sejauh ini, Juda juga menjelaskan setiap kenaikan US$ 1 pada Indonesian Crude Price (ICP) berpotensi menambah defisit sekitar Rp 6,8 triliun.


Sementara itu, lanjutnya, pelemahan Rp 100 terhadap dolar AS berdampak sekitar Rp 800 miliar terhadap defisit, dan kenaikan yield 0,1% berpotensi menambah beban sekitar Rp1,9 triliun. Meski demikian, hasil stress test pada skenario yang dinilai cukup plausible menunjukkan defisit tetap terjaga.

Baca: Wamenkeu Pastikan APBN RI Tangguh Hadapi Gejolak Global

"Stress-test yang kami lakukan pada skenario yang cukup plausible itu menunjukkan bahwa defisit masih terjaga di bawah 3%, debt overGDP juga masih terjaga," ujarWamenkeu dalam forum Indonesia Economic Forum 2026 yang digelar di Jakarta, Senin (2/3/2025).

Dari sisi pembiayaan, Juda mengungkapkan Kementerian Keuangan juga terus melakukan diversifikasi sumber pendanaan guna memperkuat ketahanan fiskal. Jika sebelumnya pembiayaan global didominasi dolar AS, kini pemerintah memperluas basis investor dan mata uang.

"Minggu lalu kami, Kemenkeu baru saja menerbitkan global bonds sejumlah US$ 4,5 miliar equivalent tapi dalam mata uang Euro dan Renminbi. Dan itu harganya masih sangat bagus, yield-nya masih sangat bagus. Untuk Renminbi antara 2-3% dan untuk Euro itu 4-5%. Ini ukurannya ini masih sangat bagus sekali untuk pasar global kita," ujarnya.

Baca: Ini Dia Hasil Sementara 20 Nama Calon Bos OJK

Di sisi investasi, pemerintah telah memasukkan proyeksi investasi asing dalam skenario pertumbuhan ekonomi. Selain itu, peran investasi domestik kini juga diperkuat melalui entitas baru pemerintah, yakni Danantara.

"Danantara ini sekarang memiliki peran yang penting. Kalau dulu investasi yang dilakukan oleh pemerintah akhirnya masuk di APBN, sekarang kan ada di Danantara. Danantara sekarang part of macroeconomic management dari Indonesia," jelas Juda.

Juda menjelaskan bahwa saat ini pemerintah lebih memfokuskan belanja APBN pada konsumsi pemerintah dan penguatan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah.

Sementara, pembiayaan investasi semakin banyak dilakukan melalui Danantara serta dukungan investasi luar negeri. Dengan berbagai instrumen tersebut, dia optimistis keseimbangan antara penerimaan dan belanja negara tetap dapat dijaga di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Misbakhun Soal PR Indonesia Bikin "Nyaman" Investor Asing

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gempa Berkekuatan M 6,1 Guncang Simeulue, Alarm dari Zona Subduksi Sumatera
• 17 jam lalukompas.id
thumb
MotoGP: Joan Mir dan Luca Marini Kunjungi Bali, Pembalap Honda Terpukau dengan Budaya Pulau Dewata
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Telkom Gelar Mudik Gratis 2026, Ini Cara Pendaftaran dan Rute Perjalanannya
• 14 jam lalujpnn.com
thumb
Advokat Junaedi Saibih Divonis Bebas Terkait Kasus Suap Hakim CPO
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ramadan Tanpa Resah, Wali Kota Kediri Tegaskan Komitmen Stabilitas Ekonomi
• 19 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.