Dolar AS Menguat, Rupiah Berpotensi Melemah Hari Ini

tvrinews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ridho Dwi Putranto

TVRINews, Jakarta 

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta sentimen ekonomi global menjadi faktor yang memengaruhi pergerakan mata uang domestik.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan sebelumnya rupiah tercatat melemah 0,02 persen atau 4 poin ke posisi Rp16.872 per dolar AS. Sementara pada perdagangan pagi ini, indeks dolar AS terpantau menguat 0,68 persen ke level 99,05.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah akan bergerak fluktuatif namun berpotensi ditutup melemah pada kisaran Rp16.870 hingga Rp16.910 per dolar AS.

Menurut Ibrahim, pergerakan rupiah saat ini dipengaruhi berbagai sentimen, baik dari faktor global maupun domestik.

Dari sisi global, pasar merespons meningkatnya ketegangan geopolitik setelah serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir pekan lalu. Konflik tersebut bahkan terus berkembang dengan aksi saling balas serangan pada awal pekan ini.

“Kekhawatiran terhadap jalur pelayaran internasional meningkat setelah media Iran melaporkan pernyataan pejabat Garda Revolusi Iran yang menyebut Selat Hormuz ditutup dan memperingatkan akan menembak kapal yang mencoba melintas. Padahal sekitar 20 persen minyak dan gas dunia melewati jalur tersebut,” ujar Ibrahim, Selasa, 3 Maret 2026.

Selain faktor geopolitik, pelaku pasar juga mencermati pernyataan sejumlah pejabat bank sentral Amerika Serikat atau The Fed yang dinilai cenderung agresif dalam kebijakan moneternya. Kondisi ini berpotensi memperkuat dolar AS di pasar global.

Di sisi lain, pasar juga menunggu rilis sejumlah data ketenagakerjaan Amerika Serikat, seperti Perubahan Ketenagakerjaan ADP dan laporan Nonfarm Payrolls (NFP), yang dapat memengaruhi arah kebijakan suku bunga The Fed.

Sementara dari dalam negeri, sentimen datang dari data perdagangan Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.

Surplus tersebut memperpanjang tren positif neraca perdagangan Indonesia yang telah berlangsung selama 69 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Dengan berbagai sentimen tersebut, Ibrahim memperkirakan pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini masih berpotensi berada di bawah tekanan.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komisi VIII DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat Terkait 58 Ribu Jemaah Umrah Indonesia Tertahan
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
Perang Iran vs AS-Israel Buat Gejolak Geopolitik: Peran China, Prancis, Oman-Indonesia Keluar BoP?
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Prabowo Duduk Semeja dengan SBY dan Jokowi dalam Pertemuan di Istana
• 17 jam laludetik.com
thumb
Lowongan Kerja Terbaru Allianz Indonesia Maret 2026: Buka Posisi Strategis, Ini Kualifikasinya
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Pria di Cianjur Dianiaya usai Tepergok Curi Labu Siam, Tewas 2 Hari Kemudian
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.