Tak hanya IHSG, indeks saham unggulan LQ45 juga ikut terkoreksi. Kelompok 45 saham berkapitalisasi besar tersebut turun 3,29 poin atau 0,41 persen ke posisi 802,31.
Pelemahan ini terjadi di tengah sentimen global yang masih membayangi pergerakan pasar keuangan. Sentimen global masih dominan Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico memproyeksikan IHSG masih berpotensi bergerak melemah pada perdagangan hari ini.
Baca juga: IHSG Dibuka Menguat di Tengah Tensi Geopolitik, Sentuh Level 8.059
Menurutnya, pelaku pasar masih mencermati perkembangan konflik antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel yang berpotensi memicu eskalasi lebih lanjut.
“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 7.860- 8.150," ujar Nico dilansir Antara, Rabu, 4 Maret 2026. Konflik Timur Tengah jadi perhatian investor Kabar terbaru dari Timur Tengah turut memengaruhi sentimen pasar. Presiden AS Donald Trump menyatakan akan memberikan jaminan asuransi hingga pengawalan angkatan laut bagi kapal tanker minyak dan kapal lainnya yang melintasi Selat Hormuz.
Langkah tersebut bertujuan mencegah potensi krisis energi dan menjaga kelancaran distribusi energi global. Kebijakan ini diharapkan dapat meredakan kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi akibat kenaikan harga energi.
Meski demikian, pelaku pasar masih bersikap hati-hati.
"Perang masih masih berlanjut, dan menurut kami pelaku pasar dan investor masih memiliki perspektif negatif terhadap hal tersebut, sehingga masih mendorong pasar saham dan obligasi global mengalami penurunan," ujar Nico.
Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang support di 7.860 dan resistance di 8.150. Area tersebut menjadi level penting yang akan dicermati investor dalam menentukan strategi perdagangan jangka pendek.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)





