JAKARTA, DISWAY.ID -- Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono merespon sejumlah pihak yang mendesak agar Indonesia keluar dari dewan perdamaian atau board of peace usai terjadinya perang di Timur Tengah yang dipicu oleh Amerika Serikat.
Sugiono menegaskan bahwa seluruh pembahasan terkait BoP saat ini dalam posisi "on hold".
Fokus utama diplomasi Indonesia, kata dia, bergeser pada perkembangan situasi keamanan di kawasan, khususnya Iran.
BACA JUGA:Asrama Haji Banten Resmi Jadi Embarkasi, 9.000 Jemaah Asal Banten Bisa Langsung Terbang ke Tanah Suci
BACA JUGA:Sampai Hari ke-9 Ramadan, Sudah 47 SPPG Disuspend karena Menu Jelek
"Ya ini semua pembicaraan BoP on hold, semua apa namanya perhatian shifted ke situasi di Iran," kata Sugiono kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026.
Ia menambahkan, pemerintah tetap berkomunikasi dengan negara-negara anggota lain, khususnya kawasan Teluk yang turut terdampak.
"Kalau misalnya BoP, kita juga tetap sama teman-teman, kita konsultasi dan konsultasi dengan rekan-rekan kita di teluk, karena mereka mengalami juga diserang, karena mereka juga anggota BoP juga," jelasnya.
Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak Pemerintah Indonesia keluar dari keanggotaan Board of Peace (BoP).
Pasalnya, AS sebagai pencetus Dewan Perdamaian untuk Palestina justru memicu konflik di kawasan Timur Tengah.
BACA JUGA:Kemendikdasmen Ajukan ABT Rp181 Triliun, Abdul Mu’ti Tegaskan Bukan untuk Program MBG
BACA JUGA:Eks Menlu: Prabowo Petakan Navigasi Indonesia di Tengah Konflik AS-Israel vs Iran, Situasinya Tak Mudah
MUI meragukan BoP sebagai wadah perdamaian yang dinilai tidak sejalan dengan tujuan semestinya.
Serangan dua negara itu juga tidak sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yaitu ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.



