Jakarta, tvOnenews.com — Ketegangan Israel–Amerika Serikat (AS) dengan Iran yang kian memanas langsung direspons cepat oleh Presiden Prabowo Subianto.
Kepala Negara diketahui telah menghubungi para pemimpin negara-negara Teluk guna memantau perkembangan dan menjaga komunikasi di tengah eskalasi yang berdampak luas ke kawasan.
Menteri Luar Negeri Sugiono mengonfirmasi langkah tersebut usai pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3/2026) malam.
“Sudah, sudah telepon (negara-negara Teluk). (Semua) Sudah telepon, yang masih menunggu waktu MBS (Mohammed bin Salman), yang lain sudah,” kata Sugiono.
Negara-negara Teluk yang dimaksud meliputi Qatar, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, dan Oman.
Khusus komunikasi dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, Sugiono menyebut pembicaraan belum terlaksana semata karena kendala waktu.
“Belum bisa temuan waktunya. Bukan belum bisa,” ucapnya singkat.
Meski tidak membeberkan isi percakapan Presiden dengan para pemimpin Teluk, Sugiono menegaskan komunikasi tersebut berlangsung sebagaimana lazimnya komunikasi antar kepala negara.
“Ya komunikasinya ya komunikasi antar pimpinan ya,” kata Sugiono.
Sebagai informasi, konflik pecah setelah Iran menjadi sasaran serangan Israel dan AS pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat. Serangan tersebut dipicu kebuntuan pembicaraan nuklir antara AS dan Iran di Jenewa, Swiss.
Israel menjadi pihak pertama yang mengonfirmasi serangan, disusul pernyataan resmi Presiden AS Donald Trump bahwa negaranya bergabung dalam operasi militer tersebut. Langit Teheran pun dihujani misil sebagai penanda eskalasi terbuka.
Di tengah risiko meluasnya konflik dan dampaknya terhadap stabilitas kawasan serta ekonomi global, Indonesia memilih jalur komunikasi intensif sebagai bagian dari strategi menjaga kepentingan nasional. (agr/ree)



