PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) buka suara menyusul keputusan Iran menutup Selat Hormuz. Penutupan tersebut diumumkan setelah serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei.
Direktur Utama HUMI, I Gusti Askhara Danadiputra alias Ari Askhara, menyatakan bahwa armada Perseroan tidak terdampak langsung oleh dinamika geopolitik tersebut.
"Seluruh kapal di HUMI Grup tidak melayani jalur distribusi di area berisiko. Tidak terdapat kapal yang terdampak langsung atau terpaksa berhenti," katanya dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Rabu (4/3).
Dengan kondisi tersebut, HUMI memastikan tidak ada risiko terhadap pendapatan maupun EBITDA dalam jangka pendek. "Sejauh belum dibutuhkan untuk menyusun risk assesment," imbuh Ari.
Baca Juga: Jadi Dirut HUMI, Ari Askhara Tinggalkan GTSI
Di tengah ketidakpastian global, HUMI memperkuat fokus pada pasar domestik. Ari menjelaskan, entitas anak usaha seperti PT GTS Internasional Tbk (GTSI) yang bergerak di pengangkutan LNG, serta PT PCS Internasional (PCSI) di segmen oil and chemical, terus mengoptimalkan peran dalam menjaga pasokan energi nasional secara andal dan efisien. Orientasi layanan pada kebutuhan dalam negeri dinilai menjadi fondasi stabil di tengah fluktuasi eksternal.
Tak hanya itu, GTSI dan PCSI juga menjalankan strategi ekspansi aset secara bertahap dan terukur. Langkah ini ditempuh guna memperkuat kapasitas armada, meningkatkan fleksibilitas operasional, sekaligus mengoptimalkan integrasi dengan infrastruktur domestik seperti Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) dan terminal distribusi.
Baca Juga: Ini Daftar Negara yang Langsung Terdampak Akibat Selat Hormuz Ditutup, Indonesia Termasuk?
"Pendekatan portofolio yang terdiversifikasi ini memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus memungkinkan perseroan mengelola eksposur terhadap volatilitas harga energi global dan perubahan arus perdagangan internasional dengan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik," ujar Ari.





