CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Ramadan merupakan bulan suci yang dinantikan umat Islam di seluruh dunia.
Selama sebulan penuh, umat Muslim menjalankan ibadah puasa dengan menahan diri dari makan, minum, emosi, hingga berhubungan suami istri sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Kewajiban berpuasa berlaku bagi mereka yang telah balig, meskipun anak-anak kerap dilatih sejak dini agar terbiasa menjalankannya. Di balik kewajiban spiritual tersebut, puasa Ramadhan ternyata menyimpan berbagai manfaat kesehatan yang telah dibuktikan sejumlah penelitian.
Beragam studi menunjukkan bahwa puasa selama sebulan dapat membantu meningkatkan stamina, memperbaiki metabolisme tubuh, hingga menurunkan risiko penyakit seperti hipertensi dan diabetes. Tidak hanya itu, sistem pencernaan khususnya lambung juga mendapatkan dampak positif dari pola makan teratur selama Ramadan.
Melansir laman ayo sehat, Kementerian Kesehatan, berikut 3 manfaat puasa bagi kesehatan lambung.
1. Menurunkan Risiko Asam Lambung Naik
Banyak orang mengira puasa justru memperburuk kondisi maag atau asam lambung. Padahal, faktanya tidak selalu demikian. Saat seseorang berpuasa dengan pola makan yang tepat, produksi asam lambung dapat menjadi lebih terkontrol.
Kadar asam lambung yang berlebihan memang berisiko melukai dinding lambung dan organ pencernaan lainnya. Namun selama puasa, sekresi asam lambung cenderung lebih stabil karena tidak ada rangsangan makanan secara terus-menerus. Hal ini membantu mengurangi risiko iritasi dan peradangan.
Bagi penderita GERD atau gangguan asam lambung ringan, puasa yang dijalankan sesuai anjuran medis justru dapat memberikan manfaat optimal.
2. Mengurangi Gerakan Lambung dan Usus
Selama Ramadan, waktu makan terbatas hanya saat sahur dan berbuka. Pola ini secara alami mengurangi aktivitas lambung dan usus dibandingkan hari biasa.
Berkurangnya frekuensi makan membuat sistem pencernaan memiliki waktu istirahat lebih panjang. Minimnya pergerakan ini dapat mengurangi risiko gesekan berlebihan pada dinding lambung yang berpotensi menimbulkan luka.
Dengan kata lain, puasa memberi kesempatan bagi organ pencernaan untuk melakukan proses pemulihan alami.
3. Meredakan Stres yang Memicu Asam Lambung
Tak banyak yang menyadari bahwa stres dan tekanan mental dapat memicu peningkatan asam lambung. Saat seseorang mengalami stres, produksi asam lambung bisa meningkat dan memperparah keluhan maag.
Menariknya, selama berpuasa kondisi psikologis seseorang cenderung lebih terkontrol. Aktivitas ibadah, pengendalian diri, serta fokus menahan lapar dan haus membantu mengalihkan pikiran dari tekanan mental. Efeknya, potensi stres berkurang dan kondisi lambung menjadi lebih stabil.
Meski puasa memiliki manfaat bagi lambung, hasilnya akan optimal jika dibarengi dengan pola makan yang sehat saat sahur dan berbuka. Hindari konsumsi makanan terlalu pedas, asam, berlemak tinggi, serta kebiasaan makan berlebihan saat berbuka.
Puasa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga momentum untuk memperbaiki pola hidup dan menjaga kesehatan secara menyeluruh.




