Kronologi Keraton Solo Gelap Gulita Selama 2 Hari, PB XIV Purboyo Buka Suara, Tak Kuat Bayar Listrik Rp 19 Juta?

grid.id
6 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Keraton Solo diduga gelap gulita selama 2 hari, PB XIV Purboyo buka suara usai disebut tak kuat bayar listrik Rp 19 juta.

Belakangan ini, kondisi Keraton Solo sedang menjadi perbincangan publik. Salah satunya yakni pemadaman listrik di tempat bersejarah tersebut.

Berikut kronologi Keraton Solo gelap gulita selama 2 hari. PB XIV Purboyo langsung buka suara. Gegara tak kuat bayar listrik Rp 19 juta?

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo untuk sementara waktu menghentikan pembayaran rekening listrik Keraton Solo. Langkah tersebut memicu polemik setelah pihak keraton mengaku menerima surat penghentian tanpa adanya pemberitahuan lebih dahulu.

Wali Kota Solo, Respati Ardi, menepis anggapan bahwa Pemkot secara sepihak menghentikan pembayaran tersebut. Ia menjelaskan, hingga kini belum ada pengajuan resmi dari pihak keraton terkait penggunaan anggaran itu.

“Bukan dihentikan. Kami menunggu yang memohon. Kan kalau pakai anggaran itu harus ada permohonan untuk penggunaan. Sebelumnya belum ada,” kata Respati di Solo, Jawa Tengah, dikutip dari Kompas.com.

Menurut Respati, anggaran untuk pembayaran listrik keraton sebenarnya sudah disiapkan. Namun, pencairannya tetap harus melalui mekanisme pengajuan.

“Ada anggaran, silakan dimohon jika memang dibutuhkan. Nanti Kadisbudpar yang menyampaikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Solo, Maretha Dinar Cahyono, menyebut penghentian sementara dilakukan karena keterbatasan kemampuan keuangan daerah.

“Kamampuan anggaran kami masih kurang. Jadi memang sementara masih tangguhkan dulu. Nanti di pergeseran kami coba anggarkan kembali. Kalau tidak cukup, di APBD Perubahan,” katanya.

Ia memaparkan, total tagihan listrik keraton setiap bulan sekitar Rp19 juta yang tersebar dalam lima rekening berbeda. Selama ini pembayaran dilakukan oleh dinas terkait meski rekening tercatat atas nama pihak keraton.

 

“Karena rekeningnya atas nama keraton, tapi dinas yang membayarkan semuanya,” jelasnya.

Maretha mengatakan, tagihan Januari sudah dibayarkan langsung oleh pihak keraton kepada PLN.

“Yang kemarin saya komunikasikan, Januari sudah dibayar sama pihak keraton,” ujarnya.

Pemkot berencana menganggarkan kembali pembayaran tersebut melalui pergeseran anggaran pada Maret, untuk membayar tagihan April.

“Pengajuan kembali melalui pergeseran satu. Mungkin bulan Maret, dan April baru bisa dibayarkan,” katanya.

Lalu, Penghageng Sasana Wilapa PB XIV Purboyo GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani menepis kabar terkait adanya pemadaman listrik di area halaman Sasana Sewoko selama dua hari.

Ia menegaskan bahwa lampu yang sempat padam bukan karena pemutusan aliran listrik, melainkan akibat gangguan korsleting. Saat ini, masalah tersebut telah diperbaiki.

“Tidak ada pemadaman listrik di Keraton maupun di halaman Keraton. Kemarin itu di bagian pintu Brojonolo Lor itu ada sedikit korsleting, sehingga di pintu itu saja yang mati selama 2 hari. Dan sudah diperbaiki lagi,” jelas Timoer Rumbai, dikutip dari TribunSolo.com.

Senada dengan itu, Juru Bicara Pakubuwono XIV Purboyo KPA Singonagoro juga membantah adanya pemadaman lampu di sekitar halaman Sasana Sewoko. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
SBY, Jokowi, hingga JK Hadiri Undangan Prabowo, Bakal Bahas Konflik Geopolitik
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Komisi D DPRD Sulsel Soroti Kualitas Proyek Jalan Hertasning
• 3 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Ngaku Ditangkap KPK saat Sedang bersama Gubernur Jateng
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
IHSG Seharian Merah, Ditutup Anjlok 4,57 Persen ke 7.577
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Gunakan Paspor Belgia Palsu, Satu Keluarga WN Irak Diusir dari Bali
• 18 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.