Pramono Anung Obral Hak Penamaan Seluruh Halte di Ibu Kota: Percuma Bagus Kalau Tak Ada Penghasilan

suara.com
9 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, kunjungan di Glodok (3/3/2026) menekankan pentingnya pendapatan daerah.
  • Kebijakan baru mengizinkan pihak swasta mengambil hak penamaan fasilitas transportasi publik di Jakarta.
  • Tujuan utama kebijakan ini adalah mengubah aset publik menjadi sumber pendapatan signifikan bagi kas daerah.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melontarkan pernyataan tegas mengenai strategi peningkatan pendapatan daerah saat mengunjungi kawasan Glodok, Jakarta Barat.

Kunjungan yang berlangsung pada Selasa (3/3/2026) tersebut menyoroti kebijakan baru terkait komersialisasi fasilitas publik di Ibu Kota.

Pramono menekankan bahwa keberhasilan sebuah pemerintahan tidak hanya diukur dari kinerja birokrasi, melainkan juga dari kemampuan menghasilkan pendapatan.

"Bagi saya, percuma pemerintahannya baik kalau nggak punya cuan," ujarnya.

Mantan Sekretaris Kabinet ini secara resmi telah membuka peluang bagi pihak swasta untuk terlibat dalam pengelolaan nama fasilitas transportasi.

Kebijakan tersebut mencakup pemberian izin hak penamaan atau naming right untuk seluruh halte yang tersebar di wilayah Jakarta.

Langkah ini diambil agar aset-aset milik pemerintah daerah dapat bertransformasi menjadi sumber pemasukan yang signifikan dan berkelanjutan.

"Dengan demikian, sekarang ini semua halte di Jakarta saya izinkan untuk ada naming right-nya. Makanya haltenya kan berbeda, ada Cappuccino, ada apa, ada apa," jelasnya.

Fenomena munculnya nama-nama unik pada halte bus saat ini merupakan dampak langsung dari kebijakan yang bersifat pragmatis tersebut.

Baca Juga: Titip Pesan ke Ahok Lewat Veronica Tan, Pramono Anung: Urusan Sumber Waras Sudah Beres

Pramono menilai bahwa kemegahan arsitektur sebuah halte akan terasa sia-sia jika tidak memberikan kontribusi nyata bagi kas daerah.

Ia berkomitmen untuk menyulap setiap ruang publik yang potensial agar menjadi instrumen fiskal yang produktif bagi Jakarta.

"Karena apa? Percuma haltenya bagus kalau nggak bisa mendapatkan penghasilan. Sekarang semua tempat saya izinkan untuk bisa mendapatkan cuan," pungkas Pramono.

Transformasi ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian anggaran Jakarta dalam membiayai berbagai program pembangunan di masa depan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
12 PNS Tapanuli Utara Hengkang, Lingkungan Kerja Jadi Sorotan
• 21 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Hassan Wirajuda ke Prabowo: Jadi Mediator Iran-AS Butuh Restu Kedua Pihak
• 9 jam lalusuara.com
thumb
43 Ribu Calon Jemaah Umrah Status Wait and See, Nasib Haji 2026 Bagaimana?
• 12 jam lalujpnn.com
thumb
Antisipasi Laka Lantas Jelang Arus Mudik, Satlantas Polres Nganjuk Tandai Jalan Berlubang di Jalur Nasional
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Megawati Soekarnoputri Kirim Surat Duka Atas Wafatnya Ali Khamenei
• 14 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.