Gubernur Ahmad Luthfi Bantah Bareng Bupati Pekalongan Saat OTT KPK: Enggak, Info dari Mana?

suara.com
2 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi membantah keras berada di lokasi saat Bupati Pekalongan Fadia Arafiq ditangkap KPK.
  • KPK melakukan OTT pada 3 Maret 2026 terhadap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq terkait dugaan korupsi pengadaan outsourcing.
  • Fadia Arafiq mengklaim Gubernur Luthfi bersamanya saat tim KPK melakukan operasi tangkap tangan di Semarang.

Suara.com - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memberikan klarifikasi tegas terkait kabar yang menyeret namanya dalam pusaran Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq.

Ahmad Luthfi membantah sedang bersama Fadia saat tim penindakan lembaga antirasuah tersebut melakukan penyergapan.

Bantahan ini muncul setelah adanya pernyataan yang menyebutkan bahwa sang Gubernur berada di lokasi yang sama saat proses penangkapan berlangsung di wilayah Semarang, Jawa Tengah. Menanggapi hal tersebut, Luthfi justru mempertanyakan sumber informasi yang beredar di publik tersebut.

“Enggak. Info dari mana?” ujar Luthfi sebagaimana dilansir Antara, Rabu (4/3/2026).

Saat awak media mencoba menjelaskan bahwa informasi mengenai keberadaannya di lokasi penangkapan bersumber langsung dari pernyataan Fadia Arafiq, Luthfi mengaku sama sekali tidak mengetahui perihal peristiwa tersebut secara detail.

“Ditangkapnya di mana pun kami juga enggak tahu,” katanya.

Kasus ini bermula ketika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi telah melakukan rangkaian kegiatan tangkap tangan pada tanggal 3 Maret 2026.

Operasi ini menjadi perhatian besar karena dilakukan tepat pada bulan suci Ramadhan dan tercatat sebagai OTT ketujuh yang dilakukan KPK sepanjang tahun 2026.

Dalam keterangan resminya, KPK menyatakan telah mengamankan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.

Baca Juga: Fadia Arafiq Ngaku Sedang Bersama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Saat KPK Gerebek Rumahnya

Penangkapan tersebut tidak dilakukan sendirian, melainkan bersama ajudan dan sejumlah orang kepercayaannya. Lokasi penangkapan disebutkan berada di wilayah Semarang, yang merupakan ibu kota Provinsi Jawa Tengah.

Tak berhenti pada sang Bupati, tim KPK kemudian bergerak cepat dan mengumumkan penangkapan terhadap 11 orang lainnya yang berasal dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

Salah satu pejabat teras yang ikut terjaring dalam operasi senyap ini adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan, Mohammad Yulian Akbar.

Berdasarkan data awal yang dirilis oleh KPK, operasi tangkap tangan yang menjerat Fadia Arafiq ini berkaitan erat dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan.

Secara spesifik, KPK menyebutkan adanya praktik lancung terkait pengadaan outsourcing atau tenaga alih daya pada beberapa dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Proyek ini diduga menjadi ladang bancakan yang melibatkan oknum pejabat dan pihak swasta.

Dengan mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK dan tangan terborgol, Fadia memberikan pernyataan mengejutkan saat tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bahlil: Parpol Paham Kondisi, Kejadian di Global Bisa Diantisipasi
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Atta Halilintar Khawatir Rencana Umrahnya Gagal Imbas Serangan AS-Israel ke Iran
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
SMBC Indonesia Berbalik Rugi pada 2025, Kredit dan Simpanan Masih Naik
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
Konflik AS-Iran Memanas, Pemerintah Pastikan Pelindungan untuk Pemulangan Jemaah Umrah
• 20 jam laluliputan6.com
thumb
OJK Evaluasi 38 Izin ITSK, Industri Digital Finance Terus Tumbuh
• 20 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.