JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar mengingatkan bahwa masyarat kelas menengah rentan untuk turun kelas dan masuk kelompok miskin.
Cak Imin, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa hal itu terjadi bukan karena gaya hidup, melainkan pengeluaran masyarakat kelas menengah yang terus membengkak dan tidak berbanding lurus dengan pemasukan.
"Tekanan biaya hidup, ketidakpastian pasar kerja, serta meningkatnya biaya pendidikan dan kesehatan akan terus berpotensi menggerus daya tahan kelas menengah kita," ujar Cak Imin di Kantor Kemenko PM, Jakarta Pusat, Rabu (4/3/2026).
Baca juga: Jika Kelas Menengah Tumbang
Ia menyebutkan bahwa masyarakat kelas menengah rentan jatuh miskin karena mereka tidak cukup miskin untuk menerima bantuan, tetapi belum cukup aman untuk sepenuhnya mandiri.
Cak Imin mengnatakan, temuan ini menunjukkan bahwa guncangan ekonomi bisa dengan mudah mendorong kelompok rentan jatuh ke jurang kemiskinan.
Padahal, pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi oleh konsumsi kelas menengah yang selama ini menjadi motor utama permintaan domestik dan stabilitas ekonomi kita.
"Kebijakan kemiskinan tidak cukup hanya berfokus membantu yang miskin, tetapi kita harus terus bergerak mencegah kelompok rentan dan kelas menengah supaya tidak turun kelas," ucap dia.
Baca juga: Jadi Kontributor Utama Konsumsi Nasional, Jumlah Kelas Menengah RI Terus Merosot
Di samping itu, ia juga menyebutkan bahwa kemiskinan masih menjadi tantangan mendasar seiring dengan menurunnya jumlah kelas menengah.
"Kemiskinan masih menjadi tantangan mendasar, ditandai dengan menurunnya jumlah kelas menengah dan meningkatnya secara signifikan kelompok-kelompok rentan miskin," kata Cak Imin.
Menurut Cak Imin, jika indikator kemiskinan diabaikan, ebijakan dan anggaran daerah tidak berdampak bagi kesejahteraan masyarakat dan akan memperlebar ketimpangan.
Pemerintah telah menetapkan target ambisius dan terukur, yaitu kemiskinan ekstrem 0 persen di tahun 2026.
Baca juga: Kembalikan Daya Beli, Kelas Menengah Butuh Lapangan Kerja Berkualitas
"Seiring dengan itu, kita optimis dan yakin kemiskinan nasional turun hingga angka maksimal 5 persen pada tahun 2029," ujar ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa itu.
Untuk mencapai itu, Cak Imin menuntut adanya kerja kolektif semua pihak, antar pemerintah pusat dan daerah dengan kebijakan yang tepat sasaran dan berdampak langsung kepada masyarakat
"Bila kita ingin masyarakat terus naik kelas dan bermartabat, maka pemberdayaan masyarakat adalah kuncinya," kata dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




