Tel Aviv: Sedikitnya 11 orang mengalami luka ringan akibat serangan terbaru Iran yang menghantam wilayah Israel tengah, menurut laporan media pada Selasa, 3 Maret.
Harian Israel Yedioth Ahronoth, mengutip layanan darurat nasional Magen David Adom (MDA), melaporkan bahwa lima orang terluka di dua lokasi berbeda di wilayah tersebut.
Dilansir dari Anadolu Agency, Rabu, 4 Maret 2026, seorang perempuan berusia sekitar 40 tahun terluka akibat gelombang kejut, sementara empat lainnya menderita luka ringan akibat pecahan kaca dan dampak gelombang kejut.
Laporan media juga menyebutkan bahwa kerusakan pada sebuah bangunan di Bnei Brak disebabkan oleh serpihan rudal pencegat. Pecahan juga dilaporkan jatuh di Ramat Gan setelah peluncuran rudal dari Iran ke arah Israel, sementara sejumlah kendaraan terbakar di Rosh HaAyin.
Menurut Yedioth Ahronoth, pihak militer memperkirakan rudal tersebut membawa hulu ledak fragmentasi yang menyebabkan serpihannya tersebar di area yang luas.
Sirene peringatan serangan roket dan rudal diaktifkan di seluruh wilayah Israel tengah, kemudian diperluas hingga ke kawasan Galilea dan Haifa di Israel utara.
Ketegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada Sabtu, yang dilaporkan menewaskan hampir 800 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Sebagai balasan, Teheran melancarkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi aset-aset Amerika Serikat.
Baca juga: Serangan Udara Israel Hantam Gedung Majelis Ahli Iran di Kota Suci Qom




