UNIFIL Sebut Israel Langgar Resolusi PBB dengan Masuk ke Lebanon

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Beirut: Misi Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) telah mengamati tentara Israel melintasi wilayah perbatasan Lebanon selatan, dan menyebut tindakan itu sebagai pelanggaran terhadap Resolusi 1701 Dewan Keamanan PBB.

“Penjaga perdamaian mengamati tentara Israel melintasi wilayah Lebanon dekat Markaba, Al Adeisse, Kfar Kela, dan Ramyah sebelum kembali ke selatan Garis Biru,” kata UNIFIL dalam pernyataan resminya, dikutip dari Anadolu Agency, Rabu,4 Maret 2026.

UNIFIL menambahkan bahwa sejak konflik terbaru pada 2024, militer Israel mempertahankan lima posisi dan dua zona penyangga di dalam wilayah Lebanon, yang dinilai melanggar Resolusi 1701.

Dalam dua hari terakhir, misi tersebut juga mencatat sejumlah serangan udara Israel, ratusan insiden tembakan di sepanjang Garis Biru, sebuah perbatasan de facto, serta 84 pelanggaran wilayah udara. Selain itu, puluhan roket dan mortir juga diluncurkan oleh Hezbollah ke wilayah Israel.

“Setiap insiden ini merupakan pelanggaran serius terhadap Resolusi 1701,” tegas UNIFIL, seraya menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan otoritas Lebanon dan Israel untuk meredakan ketegangan.

Resolusi 1701, yang diadopsi pada Agustus 2006, menyerukan penghentian permusuhan antara Israel dan Hezbollah serta pembentukan zona bebas senjata antara Garis Biru yang ditetapkan PBB dan Sungai Litani, kecuali untuk pasukan militer Lebanon dan UNIFIL.

Meski menghadapi situasi yang disebut “sangat menantang," UNIFIL menyatakan tetap berkomitmen menjalankan mandatnya sesuai resolusi tersebut dan akan terus melaporkan perkembangan kepada Dewan Keamanan PBB.

Pernyataan itu muncul setelah militer Israel mengumumkan telah melancarkan operasi darat ke Lebanon selatan guna membentuk “zona keamanan” dan menempatkan pasukan di “titik-titik strategis”, dengan alasan melindungi permukiman Israel dari potensi serangan yang berasal dari Lebanon.

Sedikitnya 52 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 150 lainnya luka-luka akibat serangan udara Israel di Lebanon sejak Senin.

Ketegangan kawasan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada Sabtu, yang dilaporkan menewaskan hampir 800 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Teheran melancarkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi aset-aset Amerika Serikat.

Baca juga:  Ketegangan Regional Meningkat, Kedutaan Besar AS di Lebanon Tutup Sementara


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran Bentuk Dewan Sementara Usai Ali Khamenei Meninggal
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Tanda Kecocokan Finansial dalam Hubungan yang Wajib Dicek
• 50 menit lalubeautynesia.id
thumb
Presiden Prabowo Undang Tokoh Bangsa ke Istana
• 17 jam lalutvrinews.com
thumb
Sidak Tengah Malam di Lapas Pemuda Tangerang, Polisi Sita Sabu hingga Ekstasi
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Pembunuh Pasutri WN Pakistan di Puncak Bogor Terancam 20 Tahun Bui
• 11 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.