JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menggelar demo di depan Kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2026).
Pantauan Kompas.com di lokasi, para buruh berkumpul di halaman parkir depan gerbang Kemnaker RI sehingga tidak menutup akses Jalan Gatot Subroto di depannya.
Massa aksi mengenakan pakaian berwarna hitam-merah dan putih-biru. Mereka berbaris rapi di hadapan belasan polisi yang berjaga dengan mengenakan selendang serta kopiah putih.
Baca juga: Tetangga Cabuli Balita di Bekasi Saat Orangtua Korban Pergi Bekerja
Di pagar berwarna biru, massa memasang spanduk oranye khas buruh yang berisi tuntutan mereka dalam aksi tersebut.
Sejumlah petinggi organisasi buruh memimpin jalannya aksi dari atas mobil komando yang diparkir menghadap ke arah massa dan membelakangi gedung Kemnaker.
“Sahkan UU (Undang-Undang) Ketenagakerjaan!” teriak massa aksi.
Dalam orasinya, perwakilan buruh menegaskan bahwa Undang-Undang Ketenagakerjaan harus disahkan tahun ini dengan tenggat paling lambat Oktober 2026.
“Kita punya waktu sampai dengan Oktober, UU Ketenagakerjaan harus segera disahkan. Itu adalah urat nadi kita, itu adalah darah kita. Jangan sampai ada hal-hal lain yang disusupkan dalam UU Ketenagakerjaan nanti,” kata orator.
Selain mendesak pengesahan UU Ketenagakerjaan, massa juga menuntut agar wacana penghapusan sistem outsourcing segera direalisasikan, menolak praktik upah murah, meminta pembayaran tunjangan hari raya (THR) tanpa potongan Pajak Penghasilan (PPh), menolak impor mobil pikap dari India, mengaktifkan kembali peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS, serta mendesak pengesahan Undang-Undang Pekerja Rumah Tangga.
Baca juga: Transjakarta Perpanjang Jam Operasional ke Terminal dan Stasiun Selama Arus Mudik
Kurang dari satu jam berorasi di depan kantor Kemnaker, massa aksi menerima undangan untuk beraudiensi langsung dengan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor.
Setidaknya ada 10 perwakilan buruh yang ikut beraudiensi. Sementara massa aksi melanjutkan orasinya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang