Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) menyatakan akan memutus seluruh hubungan perdagangan dengan Spanyol.
“Kami akan memutus seluruh perdagangan dengan Spanyol. Kami tak ingin berurusan lagi dengan Spanyol,” kata Trump seperti dilansir dari Antara, Rabu (4/3/2026).
Sebelumnya, pada Senin (2/3/2026) pemerintah Spanyol menegaskan bahwa AS tidak akan dapat memanfaatkan pangkalan militernya untuk menyerang Iran, serta menegaskan kontrol penuh atas seluruh fasilitas pertahanan di wilayahnya.
“Pangkalan di bawah kedaulatan Spanyol tak akan digunakan untuk hal di luar perjanjian dengan Amerika Serikat atau yang tidak sesuai dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa,” kata Jose Manuel Albares Menteri Luar Negeri Spanyol.
Ia menyatakan jikalau pangkalan tersebut digunakan bersama, Spanyol tetap memiliki kewenangan penuh.
Albaros turut memberikan bantahan terhadap pernyataan AS yang mengklaim bahwa Spanyol telah diberitahu sebelumnya. Ia pun menyebut serangan terbaru yang diluncurkan AS ke Iran sebagai “tindakan sepihak di luar kerangka aksi kolektif.”
Di lain sisi, Trump juga mengungkapkan amarahnya kepada Inggris atas keputusan Inggris yang mengalihkan kedaulatan Kepulauan Chagos kepada Mauritius dengan imbalan hak sewa selama 99 tahun untuk mengoperasikan pangkalan militer gabungan AS-Inggris di Diego Garcia.
Pangkalan tersebut disebut memiliki peran penting untuk membantu operasi militer AS selama beberapa dekade di Timur Tengah.
Meski Trump tidak menyebut Diego Farcia secara langsung, ia menyatakan Inggris telah bersikap konfrontatif dan menurutnya saat AS menyerang Iran kemarin, posisi Inggris tidak mencerminkan sebagai negara sekutu.
“Mereka merusak hubungan. Memalukan sekali,” keluhnya.
Trump menambahkan AS memerlukan waktu tiga hingga empat hari untuk memastikan lokasi pendaratan di Diego Garcia. Lebih lanjut, ia turut membandingkan Keir Starmer Perdana Menteri Inggris sekarang dengan pemimpin Inggris era Perang Dunia II.
“Akan lebih mudah jika kami bisa mendarat di sana dibanding harus terbang lagi selama beberapa jam. Jadi, kami sangat terkejut. Yang kami hadapi saat ini bukan Winston Churchill,” katanya. (ant/mar/saf/ipg)




