JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator (Menko) Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkap respons Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) soal harga cabai yang naik belakangan.
Menurut Zulhas, JK tidak mempermasalahkan harga cabai yang naik demi kesejahteraan petani.
"Tapi Pak JK semalam protes kalau cabe mahal biar aja katanya petani cabai, setahun sekali bisa beli baju baru," ujar Zulhas di Kompleks Istana, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Zulhas mengatakan penyebab harga cabai naik karena faktor cuaca.
"Karena musim hujan," ujar Zulhas.
Baca juga: Wali Kota Kupang: Inflasi Itu soal Harga Cabai di Dapur, Ongkos Hidup Masyarakat Kecil
Sebelumnya diberitakan, sejumlah daerah melaporkan kenaikan harga cabai menjelang Lebaran. Salah satunya, harga cabai di Yogyakarta.
Salah satu penjual kebutuhan pokok di Beringharjo, Ida, mengatakan ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, terutama cabai rawit.
“Cabai keriting merah, hijau masih murah. Tapi kalau cabai rawit fluktuatif naik turunnya cepat dari Rp 105.000 turun ke Rp 75.000, sekarang Rp 100.000 per kilogram, ada yang Rp 95.000 tapi kualitas beda,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).
Selain cabai, sayur-sayuran juga mengalami kenaikan harga.
Bahkan untuk brokoli, Ida menyebut harganya bukan sekadar naik, melainkan sudah “ganti harga” karena lonjakannya cukup tajam.
Menurut Ida, kenaikan harga terjadi karena stok sayuran sangat terbatas dan kualitas barang yang datang ke pasar tidak terlalu bagus.
Ia menilai kondisi ini dipengaruhi cuaca buruk yang terjadi sepanjang 2026.
Pedagang lainnya, Sutinah, menyampaikan hal serupa terkait kenaikan signifikan cabai rawit.
“Cabai rawit sekarang Rp 100.000 sebelumnya Rp 80.000 atau Rp 85.000. Satu minggu itu bisa naik bisa enggak, baru hari ini naik Rp 100.000,” ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang