Banjir Lahar Hujan di Magelang, Tiga Orang Tewas, Dua Hilang

kompas.id
11 jam lalu
Cover Berita

SEMARANG, KOMPAS — Tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan enam orang menderita luka-luka akibat banjir lahar hujan yang terjadi di lereng Gunung Merapi, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Selasa (3/3/2026). Hingga Rabu (4/3/2026), dua orang yang diduga hilang terbawa arus juga masih dicari.

Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, hujan lebat melada lereng Gunung Merapi pada Selasa siang hingga sore. Kondisi itu membuat debit Sungai Kepil meningkat dan memicu banjir lahar hujan di Sungai Senowo di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.

Ada dua desa yang terdampak dalam peristiwa itu. Di Desa Paten, Kecamatan Dukun, sebuah diding tebing dengan ketinggian 8 meter longsor sepanjang 20 meter. Kondisi itu membuat jembatan putus dan akses jalan tidak dapat dilalui kendaraan.

Baca JugaBanjir Lahar Hujan Gunung Merapi, 24 Truk Pengangkut Pasir Sempat Terjebak

Di Desa Krinjing, Kecamatan Dukun, banjir lahar hujan menyebabkan total tiga orang meninggal dunia dan enam orang luka-luka. Enam orang itu dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muntilan dan RSUD Sleman.

"Saat ini, kondisi banjir lahar hujan sudah berangsur surut, tapi peningkatan debit air masih berpotensi terjadi apabila hujan dengan intensitas lebat kembali turun di wilayah hulu. Volume material yang terbawa dalam banjir lahar hujan juga cukup tinggi," kata Kepala BPBD Jateng Bergas Catursasi Penanggungan saat dihubungi, Rabu (4/3/2026).

Menurut Bergas, pihaknya langsung melakukan kegiatan kaji cepat dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat. Pemasangan rumbu sementara dan penutupan jalan juga dilakukan demi keselamatan masyarakat.

Bergas menyebut banjir lahar hujan seperti yang terjadi pada Selasa, berpotensi kembali terjadi. Untuk itu, ia mengimbau masyarakat untuk selalu waspada.

"Mohon lebih berhati-hati waspada dengan selalu memantau informasi cuaca. Segera menghindar apabila ada tanda-tanda datangnya banjir lahar, segera tinggalkan lokasi serta peralatan yang ada," ucapnya.

Dalam banjir lahar hujan itu, sebanyak empat orang yang merupakan petambang pasir di Sungai Senowo sempat dilaporkan hilang. Pada operasi pencarian yang dilakukan Rabu, dua dari empat orang yang dilaporkan hilang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sehingga, total korban meninggal dunia hingga Rabu siang yakni tiga orang.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Semarang Budiono mengatakan, Basarnas Unit Siaga SAR Borobudur bersama tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan melibatkan anjing pelacak milik Kepolisian Resor Kota Magelang. Sejumlah drone atau pesawat nirawak juga dikerahkan untuk membantu memetakan aliran sungai dan menyisir ke arah hilir sungai sejauh satu kilometer.

"Di lokasi saat ini cuaca cukup cerah dengan debit air sungai telah normal kembali. Semoga tim diberi kemudahan untuk segera menemukan korban," ujar Budiono.

Dihubungi terpisah, Arif Yulianto On Scene Coordinator (OSC) dari Unit Siaga SAR Borobudur mengatakan, ada 176 orang yang terlibat dalam operasi pencarian Rabu. Dari jumlah tersebut dibagi menjadi tiga satuan regu unit (SRU).

"SRU pertama melakukan pencarian dari sekitar lokasi kejadian sampai dengan dam 1, sekitar 500-600 meter. Kemudian, SRU kedua mencari dari dam 1 ke dam 2 yang jaraknya juga sekitar 500-600 meter. Lalu, yang SRU ketiga itu menyisir dari dam 2 sampai Desa Bendo," kata Arif.

Dalam pencarian Rabu, dua korban meninggal dunia yang ditemukan di jarak 600 meter dan 1 kilomter dari lokasi kejadian. Kendala dalam pencarian itu yakni cuaca dan tebalnya material berupa pasir dan batu yang menutupi area pencarian.

"Saat ini kami masih melakukan pencarian secara manual, belum melibatkan alat berat. Permintaan sudah kami ajukan, tapi sampai dengan siang ini belum ada alat berat yang dikirim ke lokasi," ucap Arif.

Baca JugaBanjir Lahar Hujan Merapi Hentikan Proyek Pembangunan DAM

Petugas disebut Arif berfokus mencari dua korban yang masih hilang. Namun, tidak menutup kemungkinan jumlahnya bertambah apabila nantinya ada pihak-pihak yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya saat beraktivitas di Sungai Senowo, Selasa petang.

Operasi pencarian disebut Arif bakal dilakukan hingga tujuh hari ke depan, sesuai dengan standar operasi Basarnas. Kendati demikian, apabila diperlukan, masa pencarian bisa diperpanjang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Undang Ulama dan Ormas Islam Buka Puasa di Istana Besok
• 34 menit lalumediaindonesia.com
thumb
Menlu Sugiono Tegaskan Presiden Prabowo Ingin Jadi Penengah Konflik Timur Tengah
• 12 jam lalujpnn.com
thumb
Pembangunan Rumah Bantuan KDM di Taput Belum Dimulai
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Transmigrasi 5.0 Jadi Sarana Penciptaan Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Eximbank dan IIF Kolaborasi Standar Internasional untuk Aksesi ESG & OECD
• 13 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.