IHSG Anjlok 3,17 Persen, BEI Sebut Eskalasi Konflik AS-Israel Vs Iran Picu Kepanikan Pasar

suarasurabaya.net
12 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok tajam pada perdagangan Rabu (4/3/2026), terseret sentimen negatif dari memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah.

Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel memicu kekhawatiran krisis energi global, setelah Iran menutup Selat Hormuz—jalur vital distribusi minyak dunia.

Irvan Susandy Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan, pelemahan IHSG merupakan reaksi pasar atas eskalasi konflik tersebut.

“Hal ini merupakan dampak dari eskalasi tensi geopolitik di Timur Tengah yang terus memanas, dan Iran menutup Selat Hormuz yang menyebabkan kekhawatiran munculnya krisis energi. Hal ini sudah tercermin di harga minyak dunia yang meningkat,” ujar Irvan dilansir dari Antara.

BACA JUGA: IHSG Tertekan Konflik Timur Tengah, OJK Disarankan Perkuat Mitigasi Risiko Perlemahan

BACA JUGA: IHSG Dibuka Melemah Seiring Lonjakan Harga Minyak dan Risiko Geopolitik

Penutupan Selat Hormuz menjadi perhatian utama pelaku pasar global. Jalur tersebut merupakan salah satu rute perdagangan minyak terpenting di dunia. Gangguan terhadap distribusi energi dikhawatirkan memperburuk inflasi global dan menekan pertumbuhan ekonomi.

Data perdagangan hingga pukul 11.11 WIB menunjukkan IHSG melemah 251,47 poin atau 3,17 persen ke level 7.688,29. Tekanan jual terjadi secara merata di berbagai sektor.

Frekuensi perdagangan tercatat mencapai 1.843.291 kali transaksi. Sebanyak 30,95 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi Rp15,89 triliun. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, hanya 66 saham menguat, sementara 703 saham melemah dan 43 saham stagnan.

Irvan memastikan, koreksi IHSG tidak terjadi secara terisolasi. Bursa saham kawasan Asia juga mengalami tekanan signifikan akibat sentimen serupa.

“Pergerakan IHSG sejalan dengan pergerakan indeks regional lain yang juga turun tajam, seperti Kospi, SET, Kosdaq, Nikkei, Taiwan TAEIX, ASX, dan Korea Selatan sempat mengalami trading halt setelah turun lebih dari 8 persen,” kata Irvan.

Pada waktu yang sama, mayoritas indeks utama Asia berada di zona merah. Indeks Nikkei tercatat melemah 1.883,40 poin atau 3,35 persen ke 54.395,69. Indeks Shanghai turun 59,11 poin atau 1,43 persen ke 4.063,57. Indeks Kospi ambles 417,32 poin atau 7,21 persen ke 25.052,00. Hang Seng terkoreksi 717,01 poin atau 2,78 persen ke 25.051,06. Sementara Strait Times melemah 112,50 poin atau 2,29 persen ke 4.804,14.

Khusus di Korea Selatan, tekanan jual yang masif sempat memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt) setelah indeks turun lebih dari 8 persen dalam satu sesi.

Lonjakan harga minyak dunia akibat gangguan distribusi energi menjadi katalis utama gejolak pasar. Investor global cenderung mengalihkan aset ke instrumen yang dianggap lebih aman di tengah ketidakpastian geopolitik. (ant/saf/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bank-bank China Stop Beri Pinjaman ke Abu Dhabi Imbas Perang Iran
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Menlu Sugiono Sebut 15 WNI Bakal Dievakuasi dari Teheran
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
Kasat dan Kanit Narkoba Polres Toraja Utara Jalani Sidang Etik Besok! Polda Sulsel Kantongi Bukti Dugaan Setoran Rp13 Juta per Minggu
• 18 jam laluharianfajar
thumb
Piala Asia Wanita 2026: Jepang Kandaskan Taiwan 2-0
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Skenario Manajemen PSM Jika Tony Ho Pimpin Laga Kontra Malut United
• 4 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.