FAJAR, RIAU – Kasus penganiayaan berat yang menimpa seorang mahasiswi di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau kini memasuki babak baru yang mencengangkan.
Insiden berdarah yang terjadi pada Kamis, (26/2/2026) tersebut, ternyata menyimpan lapisan konflik asmara yang sangat kelam. Mulai dari dugaan perselingkuhan hingga tersebarnya video syur.
Nama Ferdi, pria yang merupakan kekasih korban, Farradhila Ayu Pramesti, mendadak jadi sorotan netizen.
Lewat akun TikTok pribadinya, ia terpukul. Membagikan rasa hancurnya setelah mengetahui fakta pahit di balik musibah yang menimpa kekasihnya.
Plot Twist Asmara
Awalnya, simpati publik mengalir deras kepada Farradhila yang menjadi korban kekejaman RM alias Rehan (21).
Namun, penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian mengungkap kenyataan yang mengejutkan: Rehan ternyata menjalin hubungan gelap dengan korban di belakang Ferdi.
Ferdi, yang bekerja di luar kota dan menjalani hubungan jarak jauh (Long Distance Relationship), mengaku terpukul hebat.
Kabar pembacokan yang awalnya ia terima sebagai musibah, berubah menjadi duka ganda. Bukti-bukti kemesraan hingga rekaman video syur antara Farra dan Rehan ditemukan di akun milik pelaku.
Hapus Jejak Digital
Dugaan pengkhianatan ini membuat Ferdi mengambil tindakan tegas di media sosial. Ia terpantau telah menghapus seluruh momen kebersamaannya dengan Farradhila.
Dalam sebuah unggahan TikTok yang kini viral, Ferdi mengungkapkan kebingungan dan rasa tidak percayanya atas apa yang terjadi.
“Jujur aku tidak tahu apa-apa. Gak tahu maksudnya apa, kenapa bisa terjadi, dan bagaimana bisa sejauh ini. Jujur, aku sangat bingung,” tulis Ferdi mengekspresikan kekecewaannya.
Serangan Terencana
Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, menegaskan bahwa tindakan brutal Rehan bukanlah aksi spontan.
Niat jahat tersebut ternyata sudah tertanam sejak November tahun lalu, namun baru dieksekusi pada akhir Februari kemarin.
“Pelaku sudah merencanakan ini sejak lama. Sebelum menemui korban, ia bahkan mengasah pisau, kapak, dan parang di kediamannya di Bangkinang,” jelas AKP Anggi.
Akibat serangan senjata tajam yang membabi buta itu, Farradhila menderita luka serius di beberapa titik vital, termasuk area jidat, leher, belakang telinga, punggung, serta pergelangan tangan kiri.
Pelaku Depresi
Di sisi lain, kondisi psikis Rehan kini dalam pengawasan ketat Polda Riau. Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Z. Pandra Arsyad, menggambarkan Rehan sebagai pribadi tertutup yang sangat bergantung secara emosional kepada korban.
Rasa sakit hati karena diputuskan membuat Rehan kehilangan akal sehat. Namun, setelah melakukan aksi kejinya, ia mengaku dihantui rasa bersalah yang amat dalam hingga sempat terlintas keinginan untuk mengakhiri hidup.
“Pelaku menunjukkan penyesalan yang besar dan menyatakan ingin melakukan salat taubat. Kami memberikan pendampingan psikologis untuk memantau kondisi mental dan spiritualnya,” ujar Kombes Pandra.
Hingga saat ini, proses hukum masih terus berjalan sementara masyarakat terus memantau kondisi kesehatan korban serta perkembangan kasus asmara segitiga yang berakhir tragis ini. (*)





