Konflik Timur Tengah Ancam Sektor Energi RI, Risiko Fiskal dan Rupiah Meningkat

idxchannel.com
18 jam lalu
Cover Berita

Risiko lonjakan harga minyak yang dapat berdampak langsung terhadap stabilitas fiskal dan pasar keuangan Indonesia.

Konflik Timur Tengah Ancam Sektor Energi RI, Risiko Fiskal dan Rupiah Meningkat (Foto: dok Freepik)

IDXChannel - Eskalasi ketegangan di Timur Tengah meningkatkan risiko lonjakan harga minyak yang dapat berdampak langsung terhadap stabilitas fiskal dan pasar keuangan Indonesia.

Ketegangan terbaru memicu kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang menjadi rute sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia. 

Baca Juga:
Indonesia Hubungi Amerika Serikat dan Iran, Siap Jadi Mediator Konflik Timur Tengah

Ancaman terhadap tanker minyak di kawasan Teluk Persia mendorong harga minyak Brent melonjak sekitar 6,7 persen ke level USD77,74 per barel.

Menurut Kiwoom Sekuritas, situasi ini menjadi krusial bagi Indonesia. Sebagai net oil importer, ketergantungan terhadap pasokan energi impor membuat ekonomi domestik rentan terhadap gejolak harga global. 

Baca Juga:
Gejolak Timur Tengah Meningkat, Mentan Klaim Stok Pangan Nasional Cukup

"Cadangan BBM nasional diperkirakan hanya cukup sekitar 20 hari. Jika konflik berkepanjangan, Indonesia berpotensi harus membeli minyak dengan harga lebih mahal dibandingkan sebelum eskalasi terjadi," tulis riset Kiwoom Sekuritas, Rabu (4/3/2026).

Sementara itu, secara fiskal dampaknya tidak kecil. Sebab setiap kenaikan USD1 harga minyak diperkirakan menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekitar Rp10,3 triliun, sedangkan tambahan penerimaan negara hanya sekitar Rp3,6 triliun.

Baca Juga:
Dolar AS Naik ke Level Tertinggi Tiga Bulan di Tengah Konflik Timur Tengah

Selama harga minyak masih berada di bawah USD90 per barel, dampaknya terhadap pasar domestik umumnya masih sebatas volatilitas sentimen.

Namun, jika harga Brent menembus USD100 per barel dan disertai gangguan distribusi fisik, situasi bisa berubah menjadi shock energi. Dalam skenario tersebut, tekanan berpotensi meluas ke inflasi, nilai tukar rupiah, hingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Baca Juga:
519.042 WNI Masih di Timur Tengah, Perlindungan Jadi Prioritas Utama Usai AS-Israel Serang Iran

“Ketika harga mendekati atau menembus USD100 dan supply fisik terganggu, risiko terhadap inflasi energi global dan tekanan fiskal negara importir akan meningkat signifikan,” tulis riset tersebut.

Di pasar saham, sejumlah emiten energi berpotensi mendapat sentimen positif dari kenaikan harga komoditas. Emiten migas seperti PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Elnusa Tbk (ELSA), dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dinilai berpotensi diuntungkan.

Sementara itu, emiten batu bara seperti PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), serta PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) juga berpeluang memperoleh katalis positif jika harga energi global terus menanjak.

Secara sektoral, lonjakan harga energi umumnya turut mendorong inflasi komoditas dan memperkuat sentimen sektor resources. 

Namun, sejumlah sektor berpotensi tertekan. Transportasi dan logistik menghadapi risiko kenaikan biaya operasional karena bahan bakar menjadi komponen biaya utama. 

Industri manufaktur juga berisiko mengalami penurunan margin akibat kenaikan biaya produksi. Sementara sektor konsumer dapat terdampak jika inflasi energi menggerus daya beli masyarakat.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bos Danantara Kaji Peluang Investasi di Tengah Konflik Global
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Gelandang PSIM, Rakhmatsho Rakhmatzoda, Cerita Pengalaman Ramadan Pertama di Yogyakarta
• 11 jam lalubola.com
thumb
Arus Mudik Lebaran 2026, KSOP Batam Jamin Kesiapan Armada Penyeberangan
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Pertamina Pantau Ketat 2 Kapal yang Masih Terjebak di Selat Hormuz
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Silaturahmi Ramadan ke Jabar, Kapolri Gelorakan Semangat Persatuan-Kesatuan
• 10 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.