Iran Tutup Selat Hormuz, Ancam Serang Kapal yang Melintas

suarasurabaya.net
5 jam lalu
Cover Berita

Ibrahim Jabari Penasihat Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan bahwa Iran telah menutup Selat Hormuz untuk semua lalu lintas kapal dan akan menyerang setiap kapal yang mencoba melewati jalur strategis itu.

“Amerika Serikat serakah akan minyak. Biarkan mereka tahu bahwa kami kini telah menutup Selat Hormuz dan tidak akan mengizinkan kapal-kapal melintasinya,” kata Jabari diktup dari Antara, Rabu (4/3/2026).

Menurutnya penutupan akses di jalur pelayaran global itu akan mengguncang Amerika Serikat (AS) karena imbasnya akan menyebabkan lonjakan harga minyak hingga 200 dolar AS (sekitar Rp3,3 juta) per barel.

Selat Hormuz merupakan jalur penting untuk pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) karena letak selat itu yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Pantai utara milik Iran, sedangkan pantai selatan milik Uni Emirat Arab (UAE) dan Oman.

Di sisi lain, biaya pengiriman maritim ke Irak sudah naik 60 persen akibat tarif asuransi yang lebih tinggi.

Selain itu, imbas dari penutupan Selat Hormuz, kini terhitung ada tujuh kapal tanker minyak dilaporkan tertahan di perairan Irak dan menunggu dibukanya kembali selat tersebut. Lalu saat ini, tidak ada kapal yang berada di pelabuhan terbesar Irak, Um Qasr.

Untuk diketahui, pada Minggu (1/3/2026), IRGC menyatakan telah meluncurkan serangan rudal terhadap tiga kapal tanker milik AS dan Inggris di Teluk Persia dan Selat Hormuz dan keesokan harinya, Senin (2/3/2026), terdapat satu kapal tanker AS di Selat Hormuz yang dihantam dua drone Iran.

Sebelumnya pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran yang mengakibatkan kerusakan dan korban sipil. Dilaporkan dari televisi pemerintah Iran bahwa Ali Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran turut gugur dalam serangan itu.

Dari insiden tersebut, Iran kemudian meluncurkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah. (ant/mar/saf/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ekonom dan Bankir Prediksi Perang Iran - AS Berlangsung Singkat, Ini Alasannya
• 23 jam lalukatadata.co.id
thumb
Negara yang Sibuk Berpencitraan, tapi Lupa Mengurus yang Paling Dasar
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Pemerintah Reforestasi Taman Nasional Tesso Nilo Tahun Ini, Targetkan 2.557 Hekatare
• 17 jam lalurctiplus.com
thumb
Tok! Advokat Marcella Santoso Divonis 14 Tahun Penjara Kasus Suap CPO
• 17 jam laluokezone.com
thumb
Pembunuh Pasutri WN Pakistan di Puncak Bogor Terancam 20 Tahun Bui
• 16 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.