Raymond/Joaquin mengaku senang bisa meraih kemenangan pertama di All England perdana mereka. Mereka merasakan atmosfer yang berbeda dan lawan bermain lebih keras ketimbang turnamen lain.
"Pasti puji Tuhan bisa selesaikan pertandingan tanpa cedera dan masih diberi kemenangan oleh Tuhan. Di gim pertama kami belum terbiasa dengan kondisi lapangan yang kalah angin jadi belum bisa mengontrol," jelas Raymond. Baca juga: All England 2026: Rachel/Febi Didepak Unggulan 3 "Di gim kedua kami sudah tahu harus bagaimana cara bermainnya dan berlanjut di gim ketiga yang sempat tertinggal lalu balik unggul. Dia akhir mungkin kami sedikit hilang fokus dan lawan mengubah bola pertama dan keduanya jadi kami cukup keteteran," beber Raymond.
"Setelah tertinggal 8-11 di interval gim ketiga, kami coba lebih meyakinkan diri bahwa kami belum kalah jadi fokusnya bagaimana bisa dapat satu poin demi satu poin dan akhirnya bisa ambil 7-8 poin beruntun," ucap Joaquin.
"Di poin 19-19 coba spekulasi dengan flick servis, nekat saja dan Puji Tuhan berhasil. Sangat luar biasa bisa bermain di arena All England yang semegah ini," ujar Joaquin.
"Atmosfer All England memang berbeda dengan turnamen lainnya, warna karpetnya juga abu-abu jadi terasa sangat berbeda," papar Raymond.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)





