BEKASI, DISWAY.ID - Kepergian Ermanto Usman, ketua mantan aktivis serikat pekerja Jakarta International Container Terminal (JICT) memberikan tanda tanya besar terhadap kematian yang dialaminya, tewas dalam peristiwa perampokan.
Sebab, pihak keluarga mengungkap aktivitas korban, Ermanto Usman yang kerap bertemu sejumlah pihak selama satu bulan terakhir sebelum terjadinya peristiwa yang menimpa korban.
Selama menjabat sebagai ketua di serikat JICT, Ermato selalu mengutamakan hak-hak pekerja lain dan memprotes terhadap kebijakan internal perusahaan.
BACA JUGA:Anak Ermanto Usman Sempat Dengar Rintihan Kesakitan Sebelum Temukan Ayah dan Ibunya Terkapar, Brankas Aman
Perusahaan tempat kerjanya korban merupakan anak perusahaan dari PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo).
"Terutama waktu dia masih aktif bekerja membela pekerja. Dia ketua serikat pekerja di BUMN, di Jakarta International Container Terminal. Dia juga idealis, termasuk soal kepentingan bangsa," ungkap kaka korban, DU di lokasi pada Selasa, 3 Maret 2026.
Dalam perjalanannya menjadi aktivis, DU menjelaskan bahwa sang adik pernah merasakan dipecat dua kali oleh perusahaan karena sikap kritisnya terhadap suatu kebijakan kantor yang dinilai tak sesuai.
"Karena memang mengkritik kebijakan yang tidak sesuai prosedur," kata dia.
BACA JUGA:Fakta Terbaru Sosok Ermanto Usman Tewas Dibunuh, Aktivis yang Pernah Ungkap Dugaan Korupsi Rp4,8 Triliun
Namun, pemecatan tersebut akhirnya dibatalkan. Saat itu, induk perusahaan masih berada di bawah koordinasi Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
"Dua kali dia dipecat, dua kali juga mendapat pemulihan. Waktu itu induknya masih ke Kementerian Perhubungan," jelas DU.
Kendati demikian, pihak keluarga sempat memberi saran kepada Erman agar korban dapat mengurangi kritik yang berlebihan.
Hal tersebut dinilai Dalsaf sangat beresiko, meski jiwa kritis dan idealismenya membuat ia tetap konsisten bersuara.
BACA JUGA:Tega Habisi Nyawa, Pelaku Perampokan Pasutri di Bekasi Masih Gelap
"Memang jiwanya seperti itu, patriot. Pihak keluarga sudah menyarankan untuk menghentikan, tapi dia tetap jalan terus. Susah kalau memang sudah idealis seperti itu," katanya.
- 1
- 2
- »





