Penulis: Fityan
TVRINews – Yerusalem
Eskalasi serangan udara meningkat saat Iran memperluas jangkauan target hingga ke wilayah Teluk.
Memasuki hari kelima konfrontasi bersenjata, rangkaian ledakan hebat dilaporkan mengguncang wilayah Teheran dan Yerusalem pada Rabu 4 Maret 2026 dini hari waktu setempat.
Situasi di Timur Tengah semakin kritis seiring dengan intensifikasi serangan udara Israel yang menargetkan fasilitas militer Iran, yang kemudian dibalas dengan serangan rudal balistik serta pesawat nirawak (drone) dalam skala yang lebih luas.
Militer Israel mengonfirmasi telah meningkatkan operasi udara mereka dengan fokus utama pada penghancuran peluncur rudal dan pabrik persenjataan di dalam wilayah Iran, guna melumpuhkan kemampuan logistik Teheran.
Namun, Iran merespons dengan meluncurkan puluhan rudal balistik ke arah wilayah Israel. Tak hanya itu, serangan pesawat nirawak juga dilaporkan merambah hingga ke wilayah Teluk, termasuk serangan yang dilaporkan menghantam Kedutaan Besar Amerika Serikat di Arab Saudi.
Korban Jiwa Terus Berjatuhan
Data resmi menunjukkan angka kematian yang memprihatinkan setelah empat hari pertempuran hebat. Otoritas setempat melaporkan hampir 800 orang tewas di Iran. Sementara itu, 50 korban jiwa dilaporkan di Lebanon dan 11 orang di Israel.
Meskipun otoritas Israel menyatakan sebagian besar rudal yang masuk berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara mereka, dampak perang ini mulai merambah ke personel internasional.
Pentagon secara resmi telah mengidentifikasi empat dari enam anggota layanan AS yang tewas dalam serangan pesawat nirawak di Kuwait pada hari Selasa 3 Maret 2026.
Dampak Regional dan Ekonomi Global
Ketegangan tidak terbatas pada dua negara tersebut. Di Lebanon, kelompok Hizbullah yang didukung Iran terus meluncurkan rudal ke arah Israel, yang memicu serangan balasan Israel di Beirut serta pengerahan pasukan tambahan ke perbatasan Lebanon selatan.
Konflik ini juga memicu guncangan ekonomi global diantaranya
• Rantai Pasok : Jalur pelayaran internasional dan jadwal penerbangan komersial mengalami gangguan parah.
• Energi: Harga minyak mentah dunia melonjak tajam akibat kekhawatiran gangguan produksi di kawasan Teluk.
• Pasar Modal : Indeks saham di berbagai bursa utama dunia mengalami koreksi atau merosot tajam.
Di Washington, arah kebijakan pemerintahan Donald Trump terkait akhir dari konflik ini masih menjadi tanda tanya.
Meski serangan awal AS-Israel berhasil menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pejabat senior pemerintah kini memberikan pernyataan yang lebih berhati-hati.
Dalam pernyataannya pada Selasa waktu setempat, Presiden Trump mengisyaratkan bahwa pergantian rezim bukanlah tujuan utama jangka panjang.
"Seseorang dari dalam pemerintahan Iran mungkin adalah sosok yang paling tepat untuk memegang kendali kekuasaan setelah perang ini berakhir," ujar Trump dikutip AP News, yang menunjukkan pergeseran nada dari retorika sebelumnya yang mendorong rakyat Iran untuk menggulingkan pemerintah mereka.
Situasi di lapangan tetap cair dengan mobilisasi militer yang terus meningkat di sepanjang perbatasan strategis Timur Tengah.
Editor: Redaktur TVRINews





