Jakarta, VIVA – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI merilis data pengelolaan zakat nasional yang telah mengentaskan 302.994 jiwa dari kemiskinan, dimana 113.134 jiwa diantaranya berasal dari kelompok miskin ekstrem.
Angka itu memberikan kontribusi sebesar 5,84 persen terhadap total pengentasan kemiskinan nasional pada tahun yang sama. Dari total capaian tersebut Baznas RI secara langsung turut menyumbang pengentasan 18.035 jiwa dari kemiskinan dan meraih nilai 0,57 atau berada pada kategori stabil pada Indeks Zakat Nasional (IZN) versi 3.0.
"Melalui Indeks Zakat Nasional ini kita tidak hanya mengukur penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga sistem yang kita miliki serta dampaknya secara terukur. Setiap rupiah dana muzaki harus dapat dipertanggungjawabkan secara syariah, profesional, serta memberikan perubahan nyata secara sosial dan ekonomi," kata Pimpinan Baznas RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Zainulbahar Noor melalui keterangan di Jakarta, Rabu.
Zainulbahar menekankan IZN berperan dalam menjelaskan secara tepat dan sederhana kepada publik mengenai peran dan dampak konkret zakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia berharap IZN bisa semakin dikenal luas dan menjadi rujukan penting, bukan hanya di internal Baznas tetapi juga di kalangan pemerintah, akademisi, dan lembaga lain.
Zainulbahar menilai IZN bisa menjadi pertimbangan dalam penyusunan indeks pembangunan ekonomi syariah nasional.
Sementara itu Direktur Kajian dan Pengembangan ZIS DSKL Nasional Muhammad Hasbi Zaenal menjelaskan IZN merupakan satu-satunya instrumen resmi yang digunakan Baznas untuk memotret kualitas dan performa pengelolaan zakat di seluruh wilayah Indonesia.
"Nilai IZN nasional adalah hasil akumulasi dari seluruh nilai IZN kabupaten, kota, dan provinsi. Dari hasil tersebut, kita dapat melihat wilayah yang nilainya baik, sedang, maupun masih rendah sebagai gambaran kualitas pengelolaan zakat di masing-masing daerah," ujar Hasbi.
Pada 2025 Hasbi menyampaikan partisipasi pengisian IZN mencapai 426 lembaga menjadi capaian tertinggi sejak implementasi IZN dimulai sejak tahun 2016.
Hasbi berharap hasil IZN 2025 dapat menjadi instrumen evaluasi berkelanjutan dan memperkuat peran zakat dalam mempercepat pengentasan kemiskinan di Indonesia pada tahun 2026 dan selanjutnya. (Ant)





