Angkatan Laut Sri Lanka mengevakuasi 30 pelaut yang mengawaki kapal Frigat Iran IRIS Dena, yang tenggelam pada Rabu (4/3), di perairan teritorial Sri Lanka.
Dilansir AFP, belum diketahui penyebab kapal ini tenggelam. Namun, kapal yang diawaki 180 kru ini memberi sinyal darurat pada dini hari tadi.
"Dua kapal AL Sri Lanka dan sebuah pesawat diterbangkan untuk operasi penyelamatan," kata Menlu Sri Lanka Vijitha Herath.
Herath juga belum merespons pertanyaan, apakah kapal ini tenggelam akibat serangan Israel-AS.
Sementara itu, Jubir AL Sri Lanka Buddhika Sampath menyebut operasi penyelamatan ini masih masuk dalam kewajiban operasi maritim negaranya.
"Kami merespons permintaan tolong darurat, kami juga mematuhi kewajiban internasional kami yakni membantu operasi SAR di Samudera Hindia," ucap Sampath.
Sejumlah sumber lokal di Sri Lanka menyampaikan, para pelaut itu dibawa ke RS di Galle, sekitar 115 KM sebelah selatan Kolombo.
Selama serangan Israel-AS ke Iran, Presiden Donald Trump memang menargetkan menghancurkan aset peluncur rudal dan AL Iran. Komando AS di kawasan Timur Tengah-Asia Tengah (CENTCOM) mengeklaim telah menghancurkan 11 kapal-kapal Iran yang ada di sekitar Teluk Oman.





