Pendapatan Lippo Cikarang (LPCK) Naik 133 persen ke Rp4,52 Triliun pada 2025

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) mencatat lonjakan kinerja signifikan sepanjang tahun buku 2025.

Pendapatan Lippo Cikarang (LPCK) Naik 133 persen ke Rp4,52 Triliun pada 2025. (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel – PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) mencatat lonjakan kinerja signifikan sepanjang tahun buku 2025. Emiten properti tersebut membukukan pendapatan sebesar Rp4,52 triliun hingga akhir Desember 2025, melesat 133 persen dibandingkan realisasi tahun 2024 yang sebesar Rp1,94 triliun.

Kenaikan tajam ini terutama ditopang oleh percepatan serah terima rumah tapak, apartemen, dan unit komersial (ruko). Selain itu, kontribusi dari penjualan lahan industri turut memberikan dorongan terhadap pertumbuhan pendapatan perseroan.

Baca Juga:
Lippo Cikarang (LPCK) Cetak Marketing Sales Rp1,2 Triliun hingga Kuartal III-2025

Tak hanya dari segmen properti, kinerja LPCK juga diperkuat oleh segmen non-properti melalui pengelolaan kawasan, yang ikut menopang pertumbuhan bisnis secara keseluruhan.

Dari sisi profitabilitas, LPCK mencatat laba kotor sebesar Rp783 miliar dengan margin laba kotor 17 persen. Sementara itu, EBITDA tercatat sebesar Rp381,3 miliar dengan EBITDA margin 8 persen, mencerminkan upaya perseroan dalam menjaga efisiensi operasional di tengah peningkatan aktivitas bisnis.

Baca Juga:
BEI Soroti Rencana Meikarta Jadi Lokasi Rusun Subsidi, Ini Tanggapan LPCK

Kinerja pemasaran juga menunjukkan hasil positif. Sepanjang 2025, LPCK berhasil membukukan pra-penjualan (marketing sales) sebesar Rp1,65 triliun atau setara 100 persen dari target yang ditetapkan untuk tahun buku tersebut.

Tingginya realisasi marketing sales didorong oleh kuatnya permintaan terhadap produk residensial. Secara komposisi, rumah tapak menjadi kontributor terbesar dengan porsi 58 persen dari total marketing sales.

Baca Juga:
Apa Bisnis LPCK? Developer Meikarta, Intip Profil Emiten dan Pengendali Sahamnya

Sementara itu, unit komersial menyumbang 38 persen dan lahan industri berkontribusi sebesar 4 persen dari total pra-penjualan sepanjang tahun. Dengan kinerja pendapatan dan pemasaran yang solid, LPCK optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika industri properti nasional.

(Shifa Nurhaliza Putri)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Potensi Harga Bahan Bakar Naik Imbas Konflik Iran-AS, Momentum Penjualan BEV?
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Iwakum: Putusan Bebas Tian Bahtiar Perkuat Perlindungan Pers
• 4 jam lalusuara.com
thumb
Longsor di Jalur Utama Trenggalek-Ponorogo, Akses Tak Bisa Dilalui | KOMPAS PETANG
• 16 menit lalukompas.tv
thumb
Komisi IX DPR Minta TKI Dievakuasi Jika Perang AS-Israel Vs Iran Makin Parah
• 13 jam laludetik.com
thumb
Puzzle Tewasnya Aktivis Ermanto Usman
• 10 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.