Komisi IX DPR Minta TKI Dievakuasi Jika Perang AS-Israel Vs Iran Makin Parah

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini, meminta pemerintah memberikan perlindungan ke pekerja migran Indonesia (PMI) atau tenaga kerja Indonesia (TKI) di negara-negara Asia Barat yang sedang memanas akibat perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran. Dia mendorong Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) proaktif berkoordinasi dengan KBRI di negara-negara terdampak konflik.

"Saya minta negara hadir untuk memberikan perlindungan guna menjamin keselamatan PMI yang ada di timur tengah dan mendesak Kementerian P2MI proaktif melakukan koordinasi dengan pihak KBRI di Timur Tengah. Kedua, meminta PMI untuk melapor kepada KBRI setempat mengenai keberadaan mereka," kata Yahya kepada wartawan, Rabu (4/3/2026).

Baca juga: Serangan AS-Israel Targetkan Gedung Badan Pemilih Penerus Khamenei

Dia mengimbau para TKI berlindung dan berada di tempat aman. Dia meminta atase ketenagakerjaan di negara-negara Semenanjung Arab proaktif mendata PMI yang bekerja di masing-masing negara.

"Ketiga, meminta PMI untuk menghindari tempat-tempat strategis dan berlindung di tempat yang aman. Keempat, meminta atase ketenagakerjaan di Timur Tengah proaktif mendata PMI yang bekerja di masing-masing negara dan melakukan komunikasi dengan mereka," ujarnya.

Dia mendesak KP2MI dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melakukan diplomasi dengan negara setempat. Dia juga meminta pemerintah menyiapkan rencana evakuasi untuk para TKI bila situasi bertambah memburuk.

"Kelima, meminta KP2MI bersama Kemlu untuk melakukan diplomasi dengan negara setempat guna menjamin keselamatan PMI yang ada di Timur Tengah. Keenam, jika situasi bertambah buruk, meminta KP2MI dan Kemenlu untuk mengevakuasi mereka ke tempat yang aman," ujarnya.

Sementara, Anggota Komisi IX DPR Fraksi NasDem, Irma Chaniago meminta para PMI di Timur Tengah berkoordinasi melaporkan diri kepada kedutaan besar agar posisi mereka dapat terpantau

"Sebaiknya WNI yang ada di sana berkomunikasi dengan kedutaan, agar posisi mereka terpantau KBRI, namun sampai hari ini menurut KBRI kondisi WNI masih aman," kata Irma kepada wartawan, Rabu (4/3/2026).

Irma mengatakan keselamatan PMI di Timur Tengah penting untuk dilindungi. Di situasi saat ini, dia ingin PMI di sana untuk mengambil langkah terbaik.

"Tentu keselamatan warganegara dan pekerja migran menjadi penting bagi negara saat ini untuk dilindungi. Kedutaan besar Indonesia untuk Tehran sudah berkomunikasi dengan Kemlu terkait hal tersebut," ujarnya.

"Kami sebagai mitra Kementrian migran tentu tidak lupa mengingatkan agar seluruh warga negara RI mengambil langkah terbaik, mengingat situasi Tehran saat ini," lanjutnya.

Baca juga: Badan Atom Internasional Nyatakan Tak Ada Bukti Iran Bikin Senjata Nuklir

AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu (28/2). Serangan itu menewaskan pemimpin tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei, bersama dengan komandan militer senior.

Iran bersumpah membalas AS dan Israel. Iran kemudian meluncurkan serangan ke sejumlah pangkalan AS di negara-negara Asia Barat seperti Qatar, Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab dan Kuwait.

Iran juga meluncurkan serangan ke Israel. Selain Iran, kelompok yang selama ini didukung Iran seperti Hizbullah juga meluncurkan serangan ke Israel.




(dek/haf)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapolri Warning Konflik Iran–Israel, Densus 88 Perketat Pengawasan Terorisme
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
OJK Minta Lembaga Jasa Keuangan Perkuat Manajemen Risiko Konflik Iran dan AS-Israel
• 15 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Ramalan Keuangan Shio Besok, 4 Maret 2026: Kelinci Ada Bonus, Kuda Lebih Bijak Mengatur Uang
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
AHY Dorong Penguatan Infrastruktur Internet di Daerah 3T dan Perbatasan untuk Tekan Kesenjangan Digital
• 14 jam lalupantau.com
thumb
IHSG Sesi I Naik Tipis 0,03 Persen ke 8.019
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.