Agresi AS-Israel ke Iran, Pengamat: Ujian Sikap Tegas RI di Panggung Global

republika.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah proses perundingan, Amerika Serikat (AS) dan Israel justru memulai serangan udara atas wilayah Iran pada akhir Februari lalu. Menurut pakar Timur Tengah dari Universitas Indonesia (UI) Prof Yon Machmudi, suara protes dari berbagai kalangan, termasuk masyarakat sipil di Tanah Air, adalah wajar lantaran ketidakadilan yang dilakukan kekuatan Barat tersebut.

Terlebih lagi, aliansi AS-Israel tidak hanya mencederai kedaulatan wilayah negara lain. Bahkan, operasi militer Washington dan Tel Aviv ini membunuh pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei.

Baca Juga
  • Dinkes Kota Tangsel Uji Kandungan Pangan Takjil Puasa
  • SMBC Indonesia Salurkan Kredit Rp185,4 Triliun Sepanjang 2025
  • Mahasiswa Prodi Sains Data UNM Terlibat dalam Riset Nuklir BRIN, Siap Jadi Ahli AI Nasional

"Statement dari negara-negara di dunia tampaknya tidak keras mengecam terhadap Amerika dan juga Israel. Sehingga masyarakat Islam, seperti NU (Nahdlatul Ulama) dan Muhammadiyah, terpanggil untuk menyuarakan hal ini (kecaman pada AS-Israel)," ujar Prof Yon Machmudi kepada Republika, kemarin.

Menurut dia, kalangan masyarakat sipil seperti NU dan Muhammadiyah mengharapkan pemerintah agar bersuara lantang menentang agresi yang dilakukan AS-Israel. Indonesia pun diharap lebih menonjolkan perannya sebagai salah satu suara Selatan Global (Global South).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Global South adalah istilah yang memayungi negara-negara berkembang yang kebanyakan berada kawasan Asia dan Afrika. Dalam konteks Perang Dingin era 1980-1990an dahulu, maknanya mirip dengan terminologi negara-negara "Dunia Ketiga."

"Harapanya, Indonesia akan lebih kuat merepresentasikan kekuatan Global South yang dari awal memang menentang ketidakadilan global, termasuk adanya intervensi dan potensi invasi Amerika dan Israel ke Iran," ucap Yon Machmudi.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tiket Piala Dunia 2026 Ludes Diserbu: Harga Melonjak, Pasar Jual Kembali Menggeliat
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pelajar Dijambret di Kemayoran, Data Ponsel Dibobol dan Diancam Disebar | BERUT
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Editorial MI: Menyiasati Krisis Energi
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Menkomdigi Meutya Hafid Lakukan Sidak ke Kantor Meta Terkait Penanganan Disinformasi
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Perusahaan Keluarga Bupati Pekalongan Menang Tender di 21 SKPD
• 1 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.