Pengadaan Light Duty Truck (LDT) oleh PT Agrinas Pangan Nusantara untuk Koperasi Desa Merah Putih disinyalir menjadi angin segar bagi industri kendaraan niaga nasional. Proyek berskala besar tersebut dinilai mampu memacu penjualan otomotif nasional yang sebelumnya cenderung tumbuh tipis.
Salah satu merek yang terlibat, PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI), menyatakan dukungan penuh terhadap program pemerintah tersebut. Hino mendapat alokasi sekitar 10.000 unit truk ringan yang akan dirakit lokal untuk memenuhi kebutuhan koperasi desa.
"Melihat normal sekitar tiga persen, menurut kami. Tapi karena ada project Agrinas ini langsung nge-boost. Naik gede banget, karena ketambahan 80 ribu," ujar Supply Chain and Marketing Communication (SCMC) Division Head HMSI, Wibowo Santoso di Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Ia menjelaskan, tanpa proyek besar tersebut, pasar truk nasional diprediksi hanya akan bergerak tipis dibandingkan tahun sebelumnya. Proyeksi awal industri bahkan berada di level yang relatif stagnan.
"Kita prediksi pasar paling cuma 60 ribu," tambah dia.
Keterlibatan merek-merek yang sudah memiliki fasilitas produksi lokal dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan industri otomotif nasional. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, proyek ini disebut mampu menjaga aktivitas pabrik tetap berjalan dan rantai pasok tetap hidup.
Secara total, Agrinas membutuhkan sekitar 80.000 unit LDT untuk 2026. Selain Hino dengan jatah 10.000 unit, segmen ini juga diisi oleh Mitsubishi Fuso sebanyak 20.600 unit, Foton sekitar 13.500 unit, serta Isuzu sekitar 900 unit.
Di sisi lain, sebagian kebutuhan juga dipenuhi melalui jalur impor. Agrinas memesan sekitar 35.000 unit Ultra T.7 Light Truck dari Tata Motors untuk disalurkan ke koperasi desa.
Optimisme HMSI turut tercermin dari target pangsa pasar yang dipatok tahun ini. Hino berharap tetap mendominasi posisi nomor dua secara nasional, khususnya di segmen kendaraan komersial menengah dan ringan.
"Kalau market share kalau kategori 3 expect di atas 55 persen, 57 persen yang MDT. Kalau LDT Dutro kita expect di 21-21 persen. Total kita kita dapat 30-31 persen," pungkasnya.
Mengacu data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) 2025, industri dalam negeri memproduksi 53.635 unit truk.
Sementara distribusi dari pabrik ke dealer (wholesales) tercatat lebih tinggi yakni 56.754 unit, sementara penjualan ritel alias langsung ke konsumen bahkan mencapai 59.303 unit, memperlihatkan adanya penyerapan pasar yang masih solid.





